Reporter Tribunnews.com Fahdi Fahlevi (Fahdi Fahlevi) report-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan merekomendasikan agar lembaga pendidikan dan sekolah setempat menyelenggarakan rekrutmen siswa baru (PPDB) secara online atau online.

Meski begitu, Hamid Muhammad, General Manager PAUD Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Departemen Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, mengungkapkan hanya 221 kabupaten di kota yang memiliki PPDB online, dan sisanya 293 kabupaten masih offline. . Demikian dikatakan Hamid pada konferensi online, Kamis (28/5/2020).

Pada saat yang sama, sekitar 317 kabupaten kota telah mengeluarkan kebijakan zonasi PPDB. 197 distrik kota lainnya belum merilisnya.

Selain itu, 177 kabupaten kota mendapat bantuan teknis dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Pustin karena tidak bisa mengimbangi. PPDB sedang online. – “Layanan dukungan teknis PPDB yang diberikan Pusdatin Kemendikbud meliputi layanan data dan layanan aplikasi,” kata Hamid.

14 provinsi di seluruh provinsi akan menerapkan PPDB online. Ini termasuk DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, Bangla Kabelitung, Kepulauan Riau. 19 provinsi lainnya telah menerapkan rencana PPDB online dan offline hybrid. Provinsi tersebut antara lain Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Lampung, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Nu Timur. Serdangara, Bangladesh, Maluku Utara, Banten, Gorontalo, Papua Barat, Sulawesi Barat dan Kalimantan Utara .

Baca: Indonesia Mau Terima Pendidikan Normal Baru, Pengamat: Tidak sebanyak yang diharapkan – Provinsi Papua belum melaporkan sistem PPDB yang diterapkan selama ini.