Yogyakarta TRIBUNNEWS.COM-Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, KGPAA Paku Alam X dan Ketua Kawasan Istimewa Palang Merah Indonesia (GBMI) Yogyakarta. H. Prabukusumo, S.Psi akan memberikan alat pelindung diri (APD) kepada 12 RS rujukan DIY pada pukul 10.00 WIB pada Senin (4/5/2020) WIB, bertempat di Banyuraden, Banyuraden, Jalan Siliwangi 3 Pathuk Markas PMI DIY, Sleman. “Bantuan semacam ini kepada staf medis adalah bentuk PMI DIY, yang mendukung pemerintah untuk mengelola Covid-19. Peralatan pelindung pribadi yang kami sumbangkan adalah sumbangan dari Yayasan Amal Bakti Natural Nusantara, termasuk 500 potong bahan-bahan berbahaya dan 4.700 potong operasi. Topeng, 825 keping masker N95, 125 keping masker dan 3456 keping pembersih tangan. Rumah sakit rujukan yang kami sediakan adalah Rumah Sakit Sardjito, Rumah Sakit Rapih Panti, Rumah Sakit Bethesda, Rumah Sakit Hardjolukito, Rumah Sakit UGM, Rumah Sakit JIH, Rumah Sakit Bhayangkara, Rumah Sakit Kota Yogyakarta, Rumah Sakit Bantul, Rumah Sakit Sleman, Rumah Sakit Wonosari dan Rumah Sakit Wates, “kata GBPH Prabukusumo, presiden PMI DIY dalam sebuah pernyataan, Minggu (3/5/2020).

Baca: Perawat SS RSPI memutuskan untuk menangani pertempuran Covid-19

Selain rumah sakit rujukan, PMI DIY juga akan mendistribusikan peralatan penanganan Covid-19 inci untuk wilayah / kota DIY, termasuk 152 zat berbahaya, 120 masker N95, 400 sarung tangan, 60 masker wajah, 576 pembersih tangan, DCS (disinfektan semprot korona) 4 kaleng minyak, 2.112 disinfektan Wipol dan 800 kg “beras, 100 sarung dan roti mukhna” Dengan masing-masing 349.579 penerima manfaat, antara 20 Maret hingga 2 Mei 2020, 26.376 penerima manfaat ditingkatkan kesehatannya di 245 titik, “kata Gusti Prabukusumo. “Tanggal 19 PMI Bupati Gunungkidul sebanyak 30 kali, 18 kali pemakaman, PMI Kabupaten Sleman 13 pemakaman, dan PMI Kabupaten Bantul 5 kali pemakaman. -Gusti Prabu, panggilan Ketua PMI DIY, membicarakan Covid Pada masa tanggap darurat ke -19, memberikan layanan kepada orang yang terkena Covid-19, mulai dari penyemprotan desinfektan, layanan ambulans hingga pemakaman, status pasien dalam pengawasan, pasien positif dan orang dalam pengawasan (PDO), bantuan psikososial, tentang Promosi dan edukasi gaya hidup bersih dan sehat, serta penyaluran bantuan, selalu memperhatikan tata cara kesehatan untuk mencegah rumor tersebut.

“Mereka standby 24 jam sehari! Pemakaman umumnya dilakukan pada malam hari, atau dapat dilakukan pada pagi dan siang hari. Demikian pula, layanan darurat bisa turun tangan kapan saja. Selain penanganan full set APD garmen sesuai kesepakatan penanganan Covid-19, staf juga diasuransikan, hingga saat ini kami masih mengupayakan dukungan semua pihak untuk membantu PMI melalui donasi. Ia mengatakan: “Kami sangat berterima kasih kepada masyarakat, donatur, media, dan PMI Center yang mendukung PMI atas upaya bersama menanggulangi epidemi ini. Per tanggal 2 Mei 2020, pukul 17:01 WIB, donasi yang terkumpul berjumlah 250.858.00IDR. , Digunakan untuk mengelola tanggap darurat Covid-19.Kami akan terus membuka donasi.Orang yang tolong bantu bisa memberikan donasi melalui rekening bank Mandiri 137 00074 49594 atas nama departemen penanggulangan bencana PMI Yogyakarta.Menurut program pencegahan Covid-19, gunakan sepenuhnya APD yang bertugas di lapangan, pelayanan desinfeksi, ambulans, donor darah.