TRIBUNNEWS.COM, Batam, seorang pasien 53 tahun yang tinggal di Dubbo, Kabupaten Linga. Dia meninggal meskipun menerima perawatan. -Ketua Kelompok Kerja Batam Covid-19 mengatakan: “Untuk mendapatkan manfaat dari perawatan yang lebih mendalam dan optimal, pasien telah dirawat di Rumah Sakit Distrik Dubbo sejak 19 Mei 2020.” Operasi, Muhammad Rudi (Muhammad Rudi), Minggu (31/5/2020).

Kemudian, pada tanggal 27 Mei 2020, ia dipindahkan ke Rumah Sakit BP Batam, di mana ia didiagnosis dengan “CKD Stg V pro H Cholelithiasis + PDP Covid-19” dan segera menerima perawatan di ruang gawat darurat rumah sakit.

Menurut pemeriksaan oleh dokter pemeriksa, pemeriksaan RDT dilakukan, dan tidak ada tanggapan. Ia mengatakan: “Kesimpulannya, setelah melanjutkan foto dada, ditemukan kesan“ broncholateral pneumonia ”yang selanjutnya disebut“ PDP ”. Di RS Budi Kemerdekaan Batam.

Baca: Dua remaja di Dadap Indramayu terseret ombak di pantai dan ditemukan tak bernyawa

“Ada ruang isolasi khusus definisi tinggi Covid-19 yang lebih lengkap”, ujarnya.

Rudy melanjutkan, dalam bukunya Selama masa pengobatan, kondisi pasien 122 terus menurun dan akhirnya meninggal di Bank Dunia pada pukul 08:08 pada Kamis, 28 Mei 2020. Usap dilakukan sebagai bagian dari kesepakatan Covid-19, dan hasilnya dipastikan hari ini sebagai ” Positif “.- Berdasarkan hasil kasus baru (impor) di daerah lain, hasil tersebut berdasarkan hasil tindak lanjut pengobatan di Puskesmas atau Rumah Sakit Kota Batam. (Tribunbatam.id/Rom Uli Situri ( Roma Uly Sianturi))

Artikel ini telah tayang di tribunbatam.id dengan tajuk “Berita Sedih”. Warga Lingga meninggal di Batam akibat corona.