TRIBUNNEWS.COM-Gubernur Anies Baswedan mengungkapkan kepada Wakil Presiden Ma’ruf Amin pada hari Kamis (4 April 2020) pengembangan dan pengobatan kasus covid-19 atau kasus virus korona di DKI Jakarta melalui konferensi video Melaporkan. — Anies juga menjelaskan alasannya dengan menggunakan data pemakaman DKI Jakarta di samping data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Anies mencurigai bahwa sebenarnya jumlah kasus korona di Jakarta lebih tinggi dari yang dilaporkan oleh Departemen Kesehatan.

Ini karena kematian warga yang tidak tahu hasilnya. Kementerian Kesehatan tidak memasukkan data kematian Co-19. Anis mengatakan: “Mengapa kita tidak hanya melihat Kementerian Kesehatan, tetapi juga pemakaman, karena beberapa orang yang terkena dampak republiken belum menyelesaikan tes.”

Baca: Ekonom: Hati-hati dengan kenaikan inflasi, pada tahun 2020 Mungkin mencapai 3,3% pada akhir tahun-Baca: Jokowi memberi Terawan 48 jam untuk menyelesaikan solusi kementerian di PSBB-Anies mengatakan bahwa jika kasus ini belum selesai, maka tidak dapat secara resmi disebut sebagai pasien covid-19.

“Banyak kasus yang kami temukan, setelah dikubur, hasil tes baru saja keluar,” kata Anis. — Anies melaporkan bahwa pasien yang meninggal sebelum hasil tes masih dikubur oleh 19 pasien. “-Itu sebabnya jika kita melihat jumlah kasus, itu masih meningkat,” katanya.

Anis mengatakan bahwa jumlah kematian di negara bagian co-19 Jakarta sekarang diperkirakan mencapai 40 per hari.