Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Abdul Halim Iskandar, Menteri Desa, Wilayah Rentan dan Keimigrasian (Mendes PDTT) mengatakan bahwa dana pedesaan telah disetorkan ke rekening kas desa yang dimiliki oleh 63.029 desa (RKD). Dana bantuan tunai (BLT) mengalokasikan desa ke 47.030 keluarga penerima manfaat desa (KPM).

“Bantuan tunai desa langsung yang diberikan kepada penduduk desa adalah 47.030 desa, terhitung 74,6%. Desa-desa yang mendistribusikan BLT adalah 47.030 desa,” kata Abdul Halim pada suatu pertemuan. Siaran pers online (Rabu, 27 Mei, 2020).

Membaca: Warga Markas Besar Polisi MADE terpukul: Halusinasi melihat seseorang, anak-anak balita dan nenek dibunuh

diadakan khusus 63.834 desa dibangun oleh rapat desa (rapat desa) dan desa KPM.

Meskipun desa-desa hancur, ada sebanyak 16.804 desa tanpa dana desa BLT dialokasikan.

Baca: Taman hiburan Jepang yang baru melarang wisatawan untuk menangis dari saudara-saudara roller coaster dan rumah-rumah berhantu Pegan — Abdul Halim mengatakan bahwa meskipun terletak di tengah lebaran atau lebaran, Desa BLT Distribusi dana masih beroperasi. – “Bahkan jika Idul Fitri berlanjut kemarin, BLT dibagikan. Bahkan jika Idul Fitri di desa berlanjut,” kata Abdul Halim.

Dia percaya ini dapat mengurangi jarak antar desa yang mengadakan pertemuan desa dan mengalokasikan dana desa BLT yang diperpendek. -Seperti yang kita ketahui, Kementerian Keuangan mengeluarkan peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 50 / PMK.07 / 2020 tentang revisi kedua 205 / PMK.07 / 2019 tentang pengelolaan dana desa. Peraturan untuk mempercepat alokasi dana desa untuk mendukung alokasi desa BLT.