Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Distribusi bantuan sosial kepada penduduk selama Pandemi Virus Corona 2019 (Covid-19) dapat disalahgunakan untuk mencari kepentingan politik para pemimpin daerah. – Pernyataan tersebut disampaikan oleh Jerry Limpop, koordinator Komisi Pemilihan Umum Indonesia.

“Dia mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan praktik ini. (Saya peringatkan, kurangi) Para pemimpin wilayah tidak dimanipulasi untuk memenangkan keuntungan karena itu tidak etis,” katanya pada seminar ke-19. Sebuah versi dari Covid Politisation Foundation yang dikeluarkan untuk memperingati pemilihan serentak pada tahun 2020, Selasa (5/5/2020). — Membaca: L Badan Transportasi Jakarta akan mencegat pengembalian ke Jakarta pada dua titik di jalan tol ini Sang musafir — ia menjelaskan bahwa pandemi Covid-19 kemungkinan disebabkan oleh kepentingan politik aktual

sejauh ini, ia mengatakan bahwa setiap bencana alam terjadi di Indonesia, biasanya Digunakan sebagai tempat gambar. Dia mengatakan: “Ini adalah tempat untuk citra kandidat.” Dia mengungkapkan cara-cara yang dapat dilakukan para pemimpin daerah untuk mempolitisasi bantuan. -Menurutnya, kepala daerah menggunakan anggaran daerah untuk mencetak stiker dan baliho dengan avatar daerah.

Baca: Didi Kempot terkubur di tanah, untuk mencegah penggunaan perjanjian untuk mencegah penyebaran virus korona yang digunakan oleh semua pihak

Selain itu, model lain, yaitu, penanggung jawab area terdegradasi, langsung memberikan bantuan kepada warga setempat.