Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Mardini (60 tahun) mengatakan bahwa ia dan banyak rekannya di Blind Massage Center di Jakarta Barat menganggur karena wabah korona dan instruksi konseling sosial. Skala besar. Kami sangat berterima kasih atas bantuan ini, karena kami benar-benar membutuhkannya. Berharap bahwa para donor dan PBB masih di sini untuk memberikan bantuan dan perawatan bagi kita semua.

Mardini adalah salah satu dari banyak orang cacat yang kehidupan ekonominya dipengaruhi oleh korona.

Gugus Tugas Perawatan dan Pencegahan PBB-19 pindah ke Jl. The Blind Massage Center mendistribusikan bantuan makanan kepada para penyandang cacat dalam bentuk kebutuhan dasar. H. Midin, Meruya Ilir, Kebon Jeruk di Jakarta Barat. Gugus tugas -NU Peduli Abdur Rouf mengatakan bahwa para penyandang cacat adalah salah satu orang yang paling rentan terhadap dampak ekonomi dari pandemi Covid-19, karena perbedaan ini tidak berfungsi seperti biasa. Mereka tidak dapat bekerja seperti biasa karena dampak wabah virus korona. “Rouf, yang juga kepala NU Care-LAZISNU, mengatakan. Ulama (PBNU) telah mengambil langkah-langkah strategis untuk mengelola dampak ekonomi, terutama pada komunitas ekonomi yang rapuh dan rapuh yang dipengaruhi oleh corona. Oleh Corona (Corona) ) Dampak ekonomi dari penduduk yang terkena dampak, termasuk distribusi 100.000 bahan makanan dan 500.000 paket beras. DKI Jakarta, termasuk pengemudi ojek, supir angkutan umum, supir taksi, pedagang kaki lima (PKL), guru Alquran, masjid dan masyarakat Dan orang-orang cacat.