JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta pesantren untuk menjadi yang paling aman dalam menerapkan prosedur kebersihan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Sekolah dan petani masa depan-transisi dari Covid 19. Menurutnya, jika dikelola dengan baik, semuanya bisa dilakukan. – “Jika sekolah berjalan bolak-balik, jika Anda masuk, berjalan, di jalan, di rumah, di rumah, jika Anda ingin mencari petani, Anda harus mengatur akomodasi sejak awal, dan orang-orang yang masuk aman dan bebas dari Covid -19, jadi mereka juga dikarantina di dalam, dan mereka tidak pergi ke mana pun, kata Marouf dalam pesan suara yang diterima pada hari Selasa (8 Juni 2020). Dia mengatakan bahwa karena infertilitas, dia menerima persyaratan untuk mengunjungi kerabat yang berkunjung. Ini juga sangat terbatas, jadi mungkin terinfeksi Covid-1 9. Ini sebenarnya lebih aman, tetapi Anda harus bersiap-siap. Jangan datang tanpa inspeksi, ada tamu. Anda harus terus melakukan ini, “lanjutnya.” Anda hanya Diperlukan inspeksi rutin agar tidak ada yang terpengaruh. Saya menyimpulkan bahwa, sebenarnya, lebih terkontrol daripada sekolah.

Sebelumnya, Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan, Partainya tidak ingin lalai dalam memulai kembali kegiatan petani segera. Jika kegiatan tani dimulai kembali.

“Kami masih memiliki 28.000 petani, tetapi kami sepakat untuk tidak mengabaikannya. Jika begitu kita benar-benar membuat anak-anak yang sehat sakit, kita akan gegabah, “kata Fachrul kepada Kementerian Agama Jakarta, Kamis (28 Mei 2020). Namun, Kementerian Agama akan memantau persiapan para petani dan daerah yang terkait dengan pandemi korona. Situasi .————————————————————————————————————————————————————————— situ situasah

Jika diumumkan bahwa para petani tidak siap untuk dibuka kembali, Kementerian Agama tidak akan memberikan izin. — “Jika ada yang mengusulkan untuk membuka kembali, kami akan sangat menyambutnya. Teruskan ke Kementerian Agama, yang akan mengirim tim untuk memastikan bahwa dia benar-benar siap untuk membuka kembali. “Kata Fachrul. —” Jika kita akan mendukungnya, jika tidak, maka kita tidak akan mendukungnya lagi, “tambah Fachrul.