TRIBUNNEWS.COM-Pemerintah terus mencegah penyebaran Virus Corona (Covid-19) di Indonesia melalui berbagai kebijakan.

Sejak kasus pertama diumumkan sebagai dua kasus positif pertama, jumlah pasien positif mengkonfirmasi bahwa Covid-19 telah meningkat menjadi 134 dalam dua minggu.

Presiden Jokowi menunjukkan tindakan apa yang perlu diambil sekarang adalah menjaga jarak dan mengurangi lokasi kerumunan, yang dapat menyebabkan penyebaran lebih lanjut Covid-19.

“Yang terpenting sekarang adalah bagaimana menyusutkannya dari satu tempat ke tempat lain,” kata Jokowi pada konferensi pers yang diadakan di Istana Bogor, Senin (16/3/2020).

Kasus virus korona di Indonesia menyebabkan beberapa orang panik.

Namun, pemerintah terus bersosialisasi untuk menjaga orang-orang dalam menghadapi pandemi coronavirus yang telah ditetapkan Indonesia sebagai bencana nasional. Orang-orang harus tetap tenang.

Baca: Presiden Jokowi minum obat herbal untuk Pasi en, dan mereka yang pulih dari virus korona mempertahankan kekebalan

Indonesia memiliki 134 orang dan 17 kasus baru- — Sebelumnya, Jokovy mengatakan pada konferensi pers bahwa sekarang komunitas dapat bekerja dari rumah. — “Saya meminta untuk tetap tenang, tidak panik, dan mempertahankan produktivitas melalui peningkatan kewaspadaan sehingga kita dapat mengekang distribusi Covid-19,” kata Chokovi pada konferensi pers yang diadakan di Istana Majelis Negara, Minggu (03/3) 15) / 2020) Pada sore hari .

Untuk mencegah penyebaran virus korona, pemerintah pusat telah merilis rencana perawatan utama untuk Covid-19.

Pemerintah telah mengeluarkan lima rencana, dan Kementerian Kesehatan, terutama Kementerian Kesehatan, disusun oleh Biro Tenaga Kerja.