TRIBUNNEWS.COM, Jakarta-Accelerated Covid-19 Satuan Tugas Manajemen menggunakan indikator kesehatan masyarakat untuk membantu pemerintah daerah menilai tingkat risiko penularan di daerah mereka.Tiga indikator kesehatan masyarakat adalah epidemiologi, pengawasan kesehatan masyarakat, dan layanan kesehatan. — Indikator epidemiologis mengacu pada tren kasus positif, kematian, orang yang dipantau (ODP) dan orang yang dipantau (PDP)

Pengawasan kesehatan masyarakat berfokus pada kemampuan sistem kesehatan masyarakat untuk menindaklanjuti kasus atau Penapisan, pemantauan mobilitas penduduk dan pelacakan kontak

Baca: Program ini akan diperiksa, polisi marah setelah dikutuk karena tidak mengenakan topeng mutan

Baca: terjadi di negara bagian dalam 3 hari terakhir Selain penurunan kasus coronavirus lain di Indonesia – indikator terakhir, fokus layanan kesehatan adalah ketersediaan tempat tidur dan fasilitas rumah sakit untuk perawatan Covid-19 dan p self-protection (APD).

Indikator-indikator ini sesuai dengan rekomendasi PBB. Organisasi Kesehatan Dunia PBB atau Organisasi Kesehatan Dunia.-Tim pakar nasional dari Kelompok Kerja PR. Wiku Adisasmito mengatakan bahwa setiap negara harus menggunakan indikator kesehatan masyarakat untuk menentukan daerah di mana kegiatan berikutnya atau kegiatan sosial ekonomi direncanakan.

“Oleh karena itu, indikator kesehatan masyarakat ini berlaku untuk semua wilayah di Indonesia, tetapi situasinya berbeda di setiap wilayah,” kata Profesor Viku dalam percakapan di Pusat Media BNPB di Graha, Jakarta. (26/5/2020)

Profesor Wiku memberi contoh, salah satunya terkait dengan indikator epidemiologi.Jika jumlah kasus di suatu daerah mengalami penurunan sangat baik dalam waktu 2 minggu sejak puncak terakhir, maka kasus tersebut Jumlahnya akan berkurang.

Jumlah kasus ini melibatkan tidak hanya kasus positif Covid-19, tetapi juga kasus ODP dan PDP atau kasus yang mungkin terjadi di wilayah tersebut.