Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Dari 14 April hingga 23 April 2020, Kantor Imigrasi dan Energi Jakarta secara paksa menutup 71 perusahaan yang melanggar aturan pembatasan sosial massal (PSBB).

Lusinan perusahaan yang telah ditutup secara paksa adalah milik sejumlah perusahaan yang tidak dikecualikan di Pergub (No. 33, 2020) tentang penerapan CBD di Jakarta.

Baca: PMPP TNI membagikan bahan makanan dan topeng kain kepada penduduk di tiga desa.

Menurut laporan, perusahaan-perusahaan ini mengabaikan peringatan sebelumnya yang dikeluarkan oleh Biro Tenaga Kerja dan Imigrasi DKI dan meminta mereka untuk menutup operasinya.

“Andri Yansyah, kepala urusan manusia dan imigrasi di Jakarta, mengatakan setelah mengkonfirmasi pada hari Jumat (24/4/2020):” 71 perusahaan yang belum dikecualikan tetapi terus melakukan bisnis Telah ditangguhkan. “— Perusahaan tertutup termasuk 12 perusahaan di Jakarta Pusat, 17 di Jakarta Barat, 16 di Jakarta Utara, tiga (3) di Jakarta Timur dan 23 di Jakarta Selatan .

Baca: Vir kami Corona terus bermutasi, tetapi ada jenis yang tidak diketahui di Indonesia-perhatikan bahwa sampai kemarin (Kamis) (23/4), total 502 perusahaan atau tempat kerja dipersengketakan.- Akibatnya, 71 perusahaan terpaksa tutup, 76 perusahaan tidak dikecualikan tetapi dimasukkan dalam Departemen Perindustrian karena mereka tidak menerapkan perjanjian kesehatan.

Kemudian, 355 perusahaan yang dikecualikan diperingatkan karena mereka tidak menerapkan semua perjanjian kesehatan.