Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Upaya menggelar pemilihan kepala daerah (Pilkada) pada 2020 menemui banyak kendala.

Salah satunya terkait dengan ketersediaan Internet di banyak daerah di mana pemilihan diadakan.

Pirkada akan diadakan di 270 wilayah yang meliputi 9 provinsi, 37 kota dan 224 wilayah pada tahun 2020. -Sebuah daftar pemilih potensial (DP4) untuk pemilihan serentak 105.396.460 penduduk pada tahun 2020. – Sembilan provinsi, yaitu Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Kepulauan Riau, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah. Pada saat yang sama, 37 kota tempat pemilihan lokal diadakan terletak di 32 provinsi.

Abhan, ketua Komisi Pengawas Pemilu Indonesia, mengatakan bahwa masih ada 1.300 kabupaten di jalan yang mengalami kesulitan menerima klasifikasi online.

Baca: Mesjid Raya Bekasi Al-Barkah disemprotkan setelah pertemuan sholat Jum’at dan ia juga mengatakan ada desinfektan, dan jaraknya 15 kilometer dari daerah-daerah yang sulit dijangkau di ibukota. Dia mengatakan bahwa Jumat (29 Mei 2020) mengatakan: “Tentu saja, ketika beberapa metode diterapkan secara online, harus dicatat apakah semua daerah dapat memperhatikannya.”

Baca: Penyebaran keresahan, Indonesia ditempatkan di Chicago Konsulat Jenderal meminta warga Indonesia untuk waspada dan melaporkan apakah mereka perlu meminta bantuan pemerintah untuk meninjau Pilkada 2020, yang akan diadakan selama pandemi virus coronavirus 2019 (Covid -19).

Oleh karena itu, diperkirakan bahwa nama-nama tertentu akan dipilih melalui Internet.

Pada saat yang sama, Arief Budiman, ketua Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia, mengakui bahwa ia telah mengirim surat kepada Kementerian Komunikasi dan Informasi, meminta data regional di Internet.

“Kami menunggu data. Kami sudah berkoordinasi dengan Kominfo,” tambah Arief.