Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Indonesia menderita pandemi korona dan tidak kehilangan kreativitasnya, terutama dalam hal teknologi informasi, ini tidak kehilangan generasi muda atau generasi Y.

Beberapa dari mereka memiliki latar belakang yang berbeda dan membuat mahkota dengan kompak. -Kelompok Kerja Koordinasi Kelompok Pakar ke-19 Dr. Budi Santoso mengatakan bahwa kaum muda atau Generasi Y mengadakan forum sebagai alat pendidikan selama pandemi.

Baca: Perppu n 2/2020 belum distandarisasi dalam kalender pemilihan lokal mendatang

Salah satu aplikasi yang disebutkan oleh Budi, aplikasi Unite-Opponent Corona. — Budi mengatakan bahwa aplikasi BLC adalah platform yang terkait dengan pemantauan kesehatan dan dapat diunduh secara gratis di smartphone.

“Jadi, untuk tonggak sejarah di rumah, jangan lakukan apa-apa, mainkan saja permainannya, cobalah untuk mengunduh aplikasi BLC ini, dengan asumsi Anda merasa tidak nyaman atau bagaimana rasanya, berkat aplikasi BLC, ia dapat memeriksa Anda Kesehatan dan kondisi, “katanya dalam rencana BNPB Youtune, Rabu (6/5/2020).

Baca: ditangkap atas dugaan membawa Sabu, Siti Badriah dalam urin Hasil positif dari tes amfetamin – tidak hanya seorang pemuda di Surabaya Seno Bagaskoro dan anggota-anggota Liga Pemuda Surabaya mengambil tindakan yang sama. Korona. Tersedia untuk diunduh gratis, aplikasi ini menjadi sarana penyebaran informasi tentang Covid-19- “Antusiasmenya mirip dengan teman-teman influencernya yang berbagi informasi, dll.”, Katanya.

Tidak hanya itu, Seno Indonesia juga berkata kepada Corona. Bantu sukarelawan lain untuk berkumpul sehingga mereka dapat berkomunikasi dan berkoordinasi.

“Kami bertemu, dari Bengkulu, Papua, Maluku, Jawa Timur, Jawa Barat dan tempat-tempat lain, dapat berbagi dan menyediakan konten setiap hari. Karena itu, setiap hari adalah rutinitas, dan ia tidak punya waktu untuk menyimpulkan.