Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Delapan anggota Komisi Fraksi PPP DPR RI Iip Miftahul Choiry meminta pemerintah untuk memberikan perhatian serius pada kegiatan ritual Indonesia yang akan datang. — << Kami menghargai tindakan yang diambil oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, yang telah mengeluarkan pedoman untuk pelaksanaan sholat dan pengorbanan Idul Adha, yang dilakukan pada AH / 2020 M di 144 dan menyesuaikan tatanan normal baru ( Spesifikasi baru). Tetapi panduan ini harus didistribusikan secara luas di daerah-daerah terpencil. - Sudut ibu pertiwi, "kata Ye Pu dalam sebuah pernyataan, Selasa (21/7/2020).

Ye Pu mengatakan bahwa ia berharap panitia akan menyembelih hewan kurban untuk menghindari kerumunan besar di daerah pemotongan hewan. – Baca: Pejabat hewan yang dikurbankan berpartisipasi dalam uji cepat yang dilakukan oleh organisasi sukarelawan Indonesia terhadap Covid-19 – oleh karena itu, panitia dianggap perlu untuk mengangkut daging kurban langsung ke rumah penerima alih-alih membagikannya di satu tempat. “Komite dapat mengumpulkan pejabat desa setempat agar distribusi pembantaian dan pengorbanan bisa lebih lancar. “Selain itu, politisi PPP menyarankan bahwa korban yang terkena Covid-19 juga harus diberi korban-19. Ia mengutip orang-orang yang dipecat, orang tua, dll., Sehingga” Idul Adha “dapat terus membawa korban kepada korban yang terkena Covid-19. Berkah. Untuk melaksanakan sholat Idul Fitri, Iip meminta semua pihak untuk melaksanakan sholat mereka melalui penerapan program kesehatan untuk terapi ion. Hindari berjabatan tangan dengan para peziarah atau mengenakan topeng. “Mengenai zona merah Covid-19, para pemimpin masjid dan pejabat pemerintah setempat dapat Akan mempertimbangkan kembali doa Idul Adha 1441H akan selesai di rumah, “kata Iip.” Ini juga terkait dengan melanggar rantai Covid-19. Dia mengatakan: “Faktanya, jumlah kasus Covid-19 di Indonesia telah melampaui jumlah itu di China, dan negara ini telah melaporkan kasus pertama virus korona.”