Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Keberadaan pandemi Covid-19 tak terhindarkan mengharuskan kebersihan pribadi selalu dijaga sesuai dengan prosedur kesehatan.

Atau jaga jarak tertentu di luar rumah (jarak fisik). Ini juga harus diterapkan selama transisi ke era normal baru. -Sebagai TB Hasanuddin, politisi Mayor Jenderal TB PDI-P (PDIP) Angkatan Bersenjata (TB), mengungkapkan bahwa dia selalu menggunakan jarak atau jarak fisik ketika dia berada di luar ruangan. 19 Tanah komersial, akun FB telah dilaporkan ke polisi-di samping itu, ia juga mengklaim untuk menghindari berjabat tangan atau berjabat tangan selama pertemuan.

“Ketika saya berada di penjara, ini (DPR) masih menghibur. Dalam kerangka safe haven Mr Taufik Kiemas, berziarah di depan Makam Pahlawan dan bertemu peziarah lainnya, kami pergi ke Taliland dan Barat Daya , Di mana kami berjauhan dan tidak menyapa, terutama pelukan dan pelukan, dll. Ketika saya menyelesaikan pekerjaan saya di Tahliland, kami pulang, “ketika Tribunnews menghubungi Senin, katanya (8 Juni 2020) hari).

Anggota Komite DPR juga mengganti pakaian mereka setelah kegiatan di luar ruangan. Kembalilah ke rumah.

Tidak hanya itu, ia sering membersihkan dan mengeringkan sepatunya, dan menggunakannya untuk berolahraga sambil berdiri di rumah. Dia berkata, dari sana aku mandi, berganti pakaian, menyemir sepatu, menyemir sepatu, kalau-kalau kita perlu mengubah kebiasaan kita. (BJ) Habibie.

Dia selalu membersihkannya dengan alkohol cair setelah menggunakan kartu ATM.

Tidak hanya itu, ia selalu menyemprotkan alkohol cair dengan uang yang diambil dari ATM. “Misalnya, kebiasaan dapat mempengaruhi transmisi, dan kami mengurangi jumlah kontak. Saya juga berjalan keluar dari ATM sebelumnya, dan saya mencuci tangan, dan bahkan mencuci tangan dengan kartu bank alkohol, karena dikatakan bahwa pengiriman melalui kartu bank juga akan Itu terjadi. Saya menyemprotkan uang yang saya ambil pertama, dan kemudian mengeringkannya di bawah sinar matahari, “- katanya. Dia menambahkan: “Kami tidak tahu bahwa mengambil tindakan pencegahan tidak lebih baik daripada tindakan pencegahan yang kami alami (Covid-19).”