JAKARTA TRIBUNNEWS.COM – Berita bahwa Arab Saudi akan menjadi tuan rumah ziarah Arab Saudi 1441 H / 2020 M dengan batas kuota 24% telah ditolak oleh konsulat di Mekah, Jeddah dan konsulat di Endang Jumali.

Hanya 20% berita dari pembatasan kuota yang salah. Arab Saudi belum mengumumkan berita resmi apa pun yang terkait dengan organisasi ziarah.

Endang mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa partainya telah melakukan ziarah ke Arab Saudi Husein Syarif, Husein Syarif, dan Husein Syarif. Direktur Jenderal mengkonfirmasi berita itu. Departemen ziarah dan ibadah Arab Saudi. Sejauh ini, keputusan apa pun salah. Pidato Endang, Jumat (6/12/2020).

Baca: Politisi PKS percaya bahwa Menteri Agama tidak memahami pembatalan haji pada tahun 2020

: Ikuti langkah-langkah Indonesia, Malaysia dan Le Brunei dan membatalkan pengiriman jamaah ke ziarah Ha-Indonesia Konsul mengatakan bahwa jumlah kasus Covid-19 positif di Arab Saudi masih tinggi, mencapai 3.000 sehari dalam tiga hari terakhir. — Judha Nugraha, kepala WNI (PWNI) eri RI dari Kementerian Perlindungan Luar Negeri, juga menyatakan pada konferensi pers pada hari Rabu (6/10/2020) bahwa hukum penguncian masih berlaku di Mekah.

Tidak hanya di Mekah, pemerintah Saudi juga memberlakukan jam malam di Jeddah. – Penduduk lokal tunduk pada batasan pergerakan dan hanya diizinkan untuk melakukan aktivitas pada jam 3 sore setelah 6 sore. Waktu lokal.

Pada tanggal 2 Juni 2020, Departemen Agama memutuskan untuk membatalkan ziarah Indonesia karena waktu ziarah adalah 1441H / 2020M. — Keputusan tersebut diumumkan oleh Menteri Agama Fachrul Razi dan dimasukkan dalam Keputusan Menteri Agama No. 494 tahun 2020. Selain Indonesia, banyak negara lain juga telah memutuskan untuk membatalkan hukum. Para peziarah pergi. Negara-negara ini termasuk Mesir, Singapura, India, Brunei Darussalam, Uzbekistan, Malaysia, dan Afrika Selatan.