Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Gubernur Jawa Tengah mendesak masyarakat untuk tidak jatuh cinta pada pandemi Covid-19. Dia mengatakan masyarakat harus bergerak maju, menang dan bertahan hidup. -Jadi ketika kita akan selesai, kita harus mempersiapkan masa depan, kapan kita bisa menyelesaikannya di bulan Juli, Agustus atau September, kalau tidak kita tidak akan selesai? Apakah seperti ini sekarang? Ganjar Pranowo mengumumkan dalam siaran BNPB pada Selasa (19/5/2020) bahwa kami sedang bersiap untuk hidup damai dengan Covid-19.

Membaca: Distribusi Bansos, Jokowi: Programnya rumit! – Banyak metode yang bisa diambil menurut Ganjar. Salah satunya adalah kearifan lokal yang terbukti di Jawa Tengah.

“Umpama (pulih dari Covid-19 pasien) disolawati, dan tidak apa-apa di desa Solawatan. Mungkin ada seni, dan sekarang ada seni,” tambahnya, perilakunya juga harus diubah, kata Ganjar, itu juga harus diubah Jika Anda ingin selamat dari pandemi Covid-19. Segala sesuatu tentang perjanjian sanitasi harus diselesaikan-baca: KPK memeriksa empat mantan anggota DPR di Sumatera Utara- “Jadi jaga jarak wajib hari ini, kenakan masker wajib, dan bawa desinfektan wajib, Ini harus dibundel, Gangar berkata: “- Selain itu, Gangar mengatakan bahwa pemerintah tingkat terendah dan tertinggi juga harus menyiapkan beberapa insentif. Dia mengutip contoh pemerintahan di tingkat desa yang menerapkan rencana padat karya untuk kemandirian masyarakat desa. “Sekarang, saya telah memecahkan masalah ekonomi. Sebagai contoh, akhirnya mengumpulkan 2,6 juta usaha kecil dan menengah yang membeli topeng. Hari ini, kami telah membantu mereka. “Karena jika Anda tidak berpartisipasi dalam acara tersebut, nama Bantul adalah Suwung. Jika Suwung diikuti oleh Wong gemblung, tolong jangan biarkan ini terjadi. Fungsi spiral penner ini sangat penting,” katanya.