Italy TRIBUNNEWS.COM-Beberapa ahli di Italia percaya bahwa coronavirus akan melemah dari waktu ke waktu. Massimo Clementi, direktur Laboratorium Mikrobiologi dan Virologi di Rumah Sakit San Raffaele di Milan, mengatakan kepada Arab News bahwa penilaian awal terkait dengan ekspresi klinis infeksi, dan sekarang agresi telah berkurang.

“Drama dramatis dari akhir Maret hingga paruh pertama April Pada tahap ini, 80 orang dirawat di rumah sakit kami setiap hari. “

Menurutnya, kebanyakan dari mereka segera dirawat di unit perawatan intensif (ICU), dan berkali-kali kami tidak dapat menyelamatkan mereka. “-Tapi dalam beberapa minggu terakhir, banyak hal telah berlalu, unit perawatan intensif kami tidak lagi di bawah tekanan, kami memiliki lebih banyak tempat tidur. Pada puncak infeksi, situasi ini tidak terbayangkan bagi kami,” katanya. -Baca: Atta Halilintar sangat kesal dan menunjukkan pembangunan masjid: bisnis saya dengan Tuhan

baca: Badan intelijen Amerika dan Inggris sedang menyelidiki dugaan virus Corona dari Wuhan Lab

Baca: Anies: Pemerintah Provinsi DKI berjanji untuk mendidik dokter anak-anak yang meninggal karena perawatan korona di universitas

Jin Wentai mengatakan bahwa virus baru masih “sangat agresif” pada tahap pertama, — “Jadi, mereka belajar untuk hidup dengan korban, dia berkata:” Jika virus membunuh, itu tidak bisa ditiru.

Laboratorium virologi di rumah sakit dan universitas dan banyak rumah sakit Italia telah membangun jaringan untuk meningkatkan dan berbagi pengamatan mereka Penelitian tentang COVID-19 dan uji coba terapi baru.

Rumah sakit dan universitas Dan banyak laboratorium virologi di rumah sakit Italia telah membangun jaringan untuk meningkatkan dan berbagi pengamatan. COVID-19, serta percobaan dengan terapi baru. Tujuan dari “” adalah untuk bekerja sama secara terus menerus memantau urutan virus, “kata Clementi. “Saya harap coronavirus baru ini bisa sama berbahayanya dengan virus yang menyebabkan influenza.”

Musim panas, tetapi para ahli tidak memiliki konsensus tentang apakah cuaca musim panas yang hangat akan melemahkan COVID-19. “Saat ini, ini hanya dugaan, tapi mungkin itu masalahnya. Ya, “kata Clementi. Pier Luigi Lopalco, seorang ahli epidemiologi terkenal di Universitas Pisa, mengatakan,” Masih belum ada bukti ilmiah “untuk membuktikan ini. (Tribune Jogja / Joko Widiyarso)

Artikel ini telah dipublikasikan di Tribunjogja.com , Berjudul “Ilmuwan Italia Mengatakan Coronavirus Akan Melemahkan Seiring Waktu”