Reporter Tribunnews.com reporter Apfia Tioconny Billy

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM – Perhimpunan Dokter Medis Indonesia (IDI) sekali lagi menyampaikan berita yang tidak menyenangkan. Seorang dokter bernama Bendrong Moediarso, SpF, SH meninggal dalam pandemi 19, Jumat (12/6/2020). Jawa Timur.

Public Relations IDI Dr. Halik Malik mengatakan IDI sangat bingung. Bendrong didedikasikan untuk bidang kedokteran forensik di tempat kerja.

“Almarhum adalah peminat tinggi kedokteran forensik dan pengembangan Rumah Sakit Regional Soetomo,” kata Dr. Halik kepada Tribunnews.com, Jumat (6 Juni, 2020).

IDI berharap kontribusi besar Dr. Bendrong pada sektor kesehatan Indonesia akan memungkinkan orang yang meninggal mendapatkan posisi terbaik di hadapan Tuhan.

Baca: Sebanyak 35 dokter meninggal selama pandemi Covid-19. Dr. Halek mengatakan bahwa IDI mengatakan jumlah ini dapat meningkat

“Kontribusinya dapat memberikan penghargaan dan status yang tinggi di sisinya. “Bendrong meninggal karena mengeluh sesak napas dan sesak napas, dan segera bekerja di Rumah Sakit Driyorejo Gresik. Sayangnya, kehidupan Dr. Bendrong tidak berhasil. “” Dia dinyatakan meninggal sekitar jam 3:50. Tubuhnya segera dibawa ke Rumah Sakit Soetomo untuk perawatan lebih lanjut, “kata Dr. Halik.

Baca: Ashanty, yang bekerja pada Andre Taulany, mencurigai bahwa rumahnya akan benar-benar dibeli: Saya tidak akan bermain dengan saya — -Kematian Dr. Bendrong, karena itu, sejak kasus pertama COVID-19 di Indonesia pada awal Maret 2020, total 35 dokter telah meninggal.

Pada saat yang sama, saat ini, data pada 12 Juni 2020 menunjukkan COVID-19 Jumlah -19 kasus positif meningkat menjadi 1.111 dan 36.406 orang meninggal, jumlah ini mencapai 2.048.