TRIBUNNEWS. Jakarta, Kementerian Sosial RI akan mendistribusikan 200 paket makanan untuk warga Jakarta mulai Rabu (4/8/2020). Nilai 200.000 paket makanan pokok adalah Rp 200.000 per paket. “Kementerian Sosial akan mendistribusikan 200.000 paket makanan pokok di Jakarta mulai besok, dengan harga indeks 200.000 rupee,” “Menteri Sosial Juliari Batubara mengatakan pada konferensi pers yang panjang pada 7 Juli. Jaraknya. 4/2020 ) .—Dana Bantuan Sosial digunakan untuk mengisi defisit bantuan pemerintah ke strata sosial yang lebih rendah yang dipengaruhi oleh Ekonomi Pandemi Korona di Jakarta. – Baca: Implementasi UU Kesehatan dan Karantina tidak terlalu sederhana karena membatasi kegiatan keagamaan – – Untuk referensi, pemerintah akan memberikan Presiden dengan BLT dan bantuan khusus, setiap keluarga bernilai 600.000 rupee. Bantuan sedang disusun dan akan diberikan bulan ini. Bantuan sosial khusus harus menunggu untuk lowongan sampai saya baru saja mengatakan bahwa Presiden Bantuan sosial khusus di wilayah Jabodetabek. “- Sebelumnya, Presiden Jokowi akan memberikan bantuan sosial (Bansos) secara khusus dalam bentuk makanan pokok untuk menyediakan makanan bagi warga bawah Jakarta.

Baca: Komite Perlindungan Anak Nasional (Korona Pandemi), Komite Perlindungan Anak Nasional mendorong orang tua untuk melindungi dan melindungi anak-anak

Kementerian Sosial (Menteri Sosial) Juliari Batubara Dikatakan bahwa pihaknya telah memberikan jaminan sosial kepada penduduk wilayah Jakarta dan wilayah yang berdekatan dengan DKI Jakarta. Menteri mengatakan pada konferensi pers jarak jauh (7/4) pada hari Selasa: “Kota Depok, Bekasi, Tangerang, Tangerang, Tangerang dan Bodtabek berbatasan langsung di wilayah Podtabek. “/2020).

Nilai bantuan makanan pokok untuk setiap keluarga adalah sekitar 600.000 rupee, yang akan dikeluarkan mulai April untuk jangka waktu tiga bulan.

“Jadi, saya ulangi, Presiden Yabod Tabek akan mengirim Bansos khusus, masing-masing keluarga bernilai 600.000. Durasi tiga bulan dan akan mulai dari bulan ini,” katanya. Kata. Daftar rumah tangga yang menerima Bansos khusus untuk Presiden berasal dari data komprehensif dari Kementerian Sosial dan input data dari pemerintah daerah.

Baca: Pandemi Virus Corona, dorong pemerintah untuk mempromosikan kepentingan semua pihak

“” Data yang kami gunakan adalah keluarga yang muncul dalam data komprehensif kami, dan data serta masukan dari pemerintah daerah. Dia berkata: “Saat ini kami memiliki Kami hanya menerima data dari pemerintah daerah DKI. “