Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Universitas Indonesia (UI) mengeluarkan pernyataan kebijakan tentang pembukaan kembali kegiatan sekolah di Indonesia melalui SEAMEO RECFON / Pusat Penelitian Nutrisi Regional UI yang diselenggarakan oleh Departemen Pendidikan Asia Tenggara.

Pada awal 2020-an, pandemi Covid-19 memaksa banyak negara untuk memberlakukan pembatasan sosial pada kegiatan bisnis dan pembelajaran tatap muka di sekolah.

Penutupan kegiatan pembelajaran sekolah ini harus menjadi upaya pemerintah untuk mempercepat keruntuhan rantai komunikasi Covid-19.

Pada awal tahun ajaran baru, opini publik menjadi populer. Beberapa orang setuju, tetapi sedikit yang meragukan pembukaan sekolah.

Khawatir tentang tindakan pencegahan yang dapat diambil anak-anak ketika mereka pergi ke sekolah, sebagian besar orang tua masih berharap bahwa metode pembelajaran jarak jauh dapat berlanjut. Profesor Abdul Harris, kepala penelitian dan antarmuka pengguna yang inovatif, mengatakan bahwa membuka kembali sekolah adalah keputusan kompleks yang membutuhkan banyak pertimbangan dan keahlian.

Oleh karena itu, UI melalui Pusat Penelitian Nutrisi Regional UI mencoba untuk memberikan refleksi melalui organisasi komunikasi, yang memperkenalkan penyusunan instruksi dan pengiriman materi.

Baca: Abdul Haris, Malaysia, mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis: “Organisasi akan membuka sekolah pada tanggal 15 Juli dan akan menyiapkan tiga pilihan bagi siswa:” Politik Bentuk yang diusulkan untuk memberikan IU ke Indonesia terkait dengan pembukaan kembali sekolah-sekolah Indonesia. ”7 Juli 2020). Penyebaran instruksi diarahkan langsung oleh tim editorial (yaitu Dr. Grace Wangge (SEAMEO RECFON / Pusat Penelitian Nutrisi UI Regional) dan Ph.D. Ahmad Fuady ) (Departemen Kedokteran Masyarakat FKUI), dan yang diwawancarai sebagai berikut: Sri Wahyuningsih (Direktur Pengembangan Sekolah Dasar, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan), Profesor Juntika Nurihsan (Universitas Pendidikan Indonesia) dan Rose Mini Agoes Salim (Perguruan Tinggi), dan bertanggung jawab atas DISTP UI Dipandu oleh Ahmad Gamal.

Dalam pidatonya, tim penulis menjelaskan bahwa upaya untuk membatasi jarak fisik kelompok usia ini biasanya berfokus pada penutupan sekolah, yang juga secara tidak langsung mempengaruhi kebutuhan untuk sepenuhnya mengurangi risiko kesehatan.