TRIBUNNEWS.COM – Selama minggu ini, banyak anak dari seluruh Indonesia diundang untuk belajar di rumah mereka.

Ini adalah langkah untuk mengurangi penyebaran virus corona baru (COVID-19). Pemecatan anak-anak dari berbagai tingkat pendidikan juga dapat diperpanjang.

Ingat bahwa Biro Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah memperluas status penyakit tertentu dalam epidemi bencana yang disebabkan oleh virus korona Indonesia. -Memperpanjang masa berlaku dari 91 hari dari 29 Februari 2020 hingga Mei 2020.-Dikutip oleh Kompas.com, pemerintah DKI Jakarta juga telah mengeluarkan pemberitahuan yang memperpanjang waktu belajar di rumah hingga April 2020 Ke 5

Sebelumnya, dari 16 hingga 29 Maret 2020, kegiatan pendidikan jarak jauh untuk siswa DKI di Jakarta berlangsung selama dua minggu.

Terlepas dari berita di atas, Yudi Suharsono, seorang konsultan Konseling dan Bimbingan Universitas Mohammed iyah Malang (UMM), menyatakan bahwa sistem pembelajaran memiliki tantangan tersendiri bagi orang tua.

Bahkan menurutnya, beberapa orang tua bahkan frustrasi ketika anak-anak mereka belajar di rumah.

Baca: Untuk mencegah penyebaran virus Corona, bagaimana cara membuat desinfektan saya sendiri di rumah

“Alasannya adalah bahwa Yudi mengatakan kepada Tribunnews pada Selasa (24 Maret 2020) bahwa sulit bagi orang baru untuk mengendalikan mereka (mereka Anak-anak, catatan editor).