TRIBUNNEWS.COM – Epidemi virus korona telah memaksa banyak negara untuk mengambil tindakan untuk mengisolasi wilayah mereka.

Di bidang pendidikan, beberapa sekolah ditutup dan pembelajaran digantikan oleh panutan. Pembelajaran jarak jauh.

Termasuk dengan Iran, ini adalah kedua kalinya siswa Iran mengalami pembelajaran jarak jauh setelah krisis nasional.

Untuk melawan virus korona, sekolah-sekolah Iran di seluruh negeri masih ditutup.

“Tehran Times” melaporkan dari jarak jauh bahwa program pendidikan dilaksanakan selama delapan tahun terakhir perang.

Perang antara Iran dan Irak terjadi ketika kota-kota besar seperti Teheran dan Isfahan diserang oleh rudal Irak.

Baca: Sulawesi Selatan meninggal karena virus korona, ini adalah kisah perjalanannya-Baca: Menkumham Yasonna tidak dapat membayangkan saya menjadi tahanan korona yang terinfeksi oleh corona

Baca: Dari Tiongkok Dikatakan bahwa serangan virus korona terbaru datang dari Indonesia-tidak diketahui, banyak keluarga memindahkan rumah mereka ke tempat-tempat aman di daerah terpencil.

Iran berusia 30-an atau 40-an ditugaskan untuk mengajar di stasiun televisi publik. Ini didedikasikan untuk pendidikan jarak jauh.

Matematika, sejarah, dan studi sosial dilakukan melalui metode yang siswa tidak terbiasa.