Reporter Jakarta Tribunnews.com Adi Suhendi melaporkan-Jakarta (TNI-Polri Akabri) memimpin operasi solidaritas pada tahun 1989 untuk membantu orang-orang yang berjuang dengan virus korona atau pandemi Covid-19. Pada tahun 1989, alumni Akademi Militer Indonesia membagikan 12.000 paket makanan kepada pasien pandemi Covid-19 di Jabodetabek dan beberapa provinsi. Ini merupakan kelanjutan dari distribusi sebelumnya dari puluhan ribu paket makanan di Kepolisian Nasional Bahaqam.

“Ya Tuhan, kami akan mendistribusikan sekitar 12.000 paket makanan. Kami akan mendistribusikannya di beberapa daerah, terutama di Jabodetabek. Kami mendistribusikannya ke Le Palembang Korem, Korem Jogjakarta, NTT dan Ambon” Rudian Trust mengatakan dalam siaran pers yang diterima, Selasa (7 Juli 2020).

Rudian mengatakan bahwa distribusi ratusan ribu paket bantuan dikirim berdasarkan nama dan alamat penerima manfaat yang sebelumnya telah diverifikasi. Dia berkata: “Hampir semua orang telah pindah ke lokasi masing-masing. Insya Allah, mungkin minggu depan kita dapat menetapkan alamat berdasarkan alamat.”

Menurutnya, pandemi Covid-19 saat ini memiliki dampak yang sangat besar. Ini tidak hanya terkait dengan masalah kesehatan, tetapi juga menyebar ke masalah ekonomi dan sosial.

Ini berarti bahwa alumni Akademi Militer Indonesia pada tahun 1989 merasa bahwa mereka membantu orang yang bermasalah.

“Meskipun pemerintah mungkin telah membantu, kami melihat bahwa beberapa tempat belum tersentuh. Di situlah kami berada, di mana, orang-orang, TNI dan polisi nasional memasuki akhir dari kami. Semoga kami dapat membantu masyarakat sedikit Bermasalah dengan komunitas, “katanya.

Baca: Proses naturalisasi Marc Klok telah ditunda karena Covid-19. Konferensi ini telah diadakan di Dewan Perwakilan Rakyat dan Sing Indonesia Raya. Mayor Jenderal Rudianto, Menteri Pertahanan dan Keamanan, didampingi oleh Kepala Inspektur Ahmed Dofiri dari Kepolisian Bandan Jaya, Mayor Jenderal Eko Magianno dari Angkatan Pertahanan Indonesia dan Dekan Akademi Militer Indonesia 198 9 Muhammad Hassan Brigadir Jenderal.

Pembebasan terjadi di Jaya, timur Jakarta di Makodan.