Reporter Tribunnews.com Danang Triatmojo

Jakarta-Tribunnews.com melaporkan bahwa Wakil Presiden DPRD Jakarta M Taufik menjelaskan bahwa normal baru di ibukota tidak berarti pelepasan segalanya dan mengabaikan program pencegahan dalam kehidupan sehari-hari. Mereka yang menerapkan standar baru akan terus menerapkan protokol yang dikenal masyarakat.

Tujuannya adalah untuk memungkinkan kegiatan masyarakat dengan menerapkan kebijakan yang membatasi (seperti menjaga jarak fisik) sampai topeng wajib digunakan.

Membaca: Bekasi sedang mempersiapkan standar baru. Wakil Walikota: Taufik mengatakan kepada wartawan, Rabu: “Penerapan standar baru tergantung pada disiplin kesehatan warga. Standar baru tidak berarti bahwa semuanya gratis. Masih tunduk pada jarak sosial, memakai topeng di jalan, dll pembatasan. “27 Mei 2020). Menurutnya, jika virus korona dilengkapi sesuai dengan standar pencegahan dan penularan, masyarakat tidak boleh terlalu takut.

Baca: Rapi Ahmad tidak bersama Sungkem dan Mrs. Nagita Slavina selama Idul Fitri: Keluarga saya tidak memiliki tradisi

“Tapi kami tidak terlalu takut. Ya, ini adalah jenis baru dari Normal. Tetapi perjanjian kesehatan terus berlanjut. 26 Mei 2020) – Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto juga mengeluarkan pedoman untuk menerapkan kebiasaan normal baru atau baru untuk mencegah Coronavirus atau Covid-19 di tempat kerja.- — Pedoman tersebut mematuhi Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07 / MENKES / 328/2020, pedoman tentang pencegahan dan pengendalian Covid-19 di kantor-kantor industri dan tempat kerja untuk mendukung keberlanjutan bisnis dalam situasi pandemi.