Daniel Weningtyas, kepala departemen pelayanan kesehatan dari Departemen Kesehatan Jakarta, mengatakan pihaknya sejauh ini tidak menemukan laporan tentang rumah sakit ibukota atau abses, dan laporan tersebut bertukar surat tanpa huruf Covid-19. “Dia tidak punya apa-apa,” katanya kepada wartawan, Senin (18/5/2020).

Bacaan: Covid-19 Ketua Kelompok Kerja: PSBB tidak menurun dalam satu atau dua minggu. Harap lima (5) lembaga kota untuk setiap orang yang bertanggung jawab atas Biro Kesehatan untuk mengawasi rumah sakit dan abses di daerah masing-masing.

Ini untuk membuat pengawasan lebih terkoordinasi dan efektif.

Pengawasan mungkin tidak dilakukan secara langsung di semua rumah sakit, tetapi mereka memiliki aturan serupa yang sangat efektif. Kemudian berkoordinasi, “katanya.

Baca: Memutus rantai korona, polisi nasional membubarkan 1.357.361 orang Masa

Seperti baru-baru ini diketahui, beberapa orang telah menggunakan situasi pandemi virus korona untuk menjadi ilegal Banyak situs e-commerce menjual sertifikat kesehatan bebas korona untuk mewujudkan area bisnis.

Pengumuman penjualan e-commerce memicu diskusi hangat di antara warga .— Baca: 111 warga negara Indonesia kembali ke Indonesia dengan bantuan KRI Tawau

Seperti yang kita semua tahu, selama implementasi PSBB, Covid-19 bekerja. Organisasi itu memang mengharuskan masyarakat untuk mendapatkan sertifikat kesehatan jika mereka bepergian .— Banyak pihak menjual surat palsu dengan harga ratusan ribu hingga ribuan Sepuluh ribu harga untuk menggunakan kondisi ini .– Sekarang, penjualan iklan surat-surat ini telah dihapus dari setiap e-commerce.

Praktik jual beli sertifikat kesehatan tanpa corona tidak hanya terjadi pada e-commerce.

Di Bali, surat itu bahkan dipertukarkan secara manual di wilayah pelabuhan Gilimaluk, sehingga tujuh penulis berhasil diamankan.