Presiden Republik Indonesia Ketua MPB Bangbang Soesatyo (Bamsoet) TRIBUNNEWS.COM menekankan bahwa MPR mencakup pengurangan dan pengurangan anggaran MPR sebesar 27 miliar rupee untuk mengelola dan mengelola pandemi virus korona (COVID-19). .

MPR meminta dan menyumbang Rp 27 miliar untuk membantu pemerintah mengatasi pandemi Covid-19.

“Pemotongan anggaran akan dialokasikan kepada pemerintah untuk menangani respon pandemi Covid-19. MPR telah meninjau pemotongan anggaran,” katanya.

“Kami termasuk pemotongan dan pemotongan anggaran. MPR dikonfirmasi dan” menyumbangkan Rs 270 crore dari anggaran MPR untuk membantu mengatasi epidemi Covid-19, “kata Bamsoet, yang memimpin rapat kepemimpinan MPR dengan Biro Anggaran Indonesia MPR Kemudian, kata Bamsoe, Kamis (16/4/2020).

Baca: Asal Ayam Betutu, masakan Bali yang dipengaruhi oleh budaya Majapahit

Baca: Ligue Era 1-Revamp Persib Skuad Bandung , The Legend Goes

Baca: Jorge Lorenzo mengungkapkan apakah Ducati dan Honda hanya mengecewakan

Pemimpin bertemu dengan Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid dan Fadel Muhammad, Banggar Idris Laena dan Presiden Sadaretsuwati Sekretaris Jenderal MPR Ma’ruf Cahyono dan stafnya menghadiri pertemuan tersebut. Nur Wahid, Zulkfili Hasan dan Arsul Sani. Agenda utama Rapim adalah diskusi tentang pengurangan anggaran MPR pada tahun 2020.

Bamsoet mengatakan bahwa pemerintah sedang menghadapi Menanggapi pandemi Covid-19. Ketika berhadapan dengan Covid-19, Presiden mengeluarkan Peraturan Presiden No. 54 tahun 2020 pada 3 April 2020, yang mencakup perubahan postur dan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2020. Rincian: Anggaran MPR 2020 sedang direvisi. Anggaran MPR 2020 dikurangi sebesar Rp27 miliar. Tujuan pengurangan anggaran adalah untuk mengelola penanganan pandemi Covid-19 pemerintah. Para pemimpin MPR juga enggan memperoleh THR untuk mengalahkan Covid- 19. “Bamsoet menambahkan bahwa MPR akan melakukan beberapa penyesuaian anggaran tambahan melalui kegiatan untuk mencapai sosialisasi empat pilar MPR, seperti sosialisasi virtual empat pilar termasuk kunjungan Presiden. MPR mewakili keberadaan negara yang menghadapi pandemi Covid-19 di masyarakat. “Kami akan terus memenuhi tanggung jawab kami untuk sosialisasi virtual empat pilar. MPR,” katanya.