Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Brigadir Jenderal Argo Yuwono dari Mabes Polri Karo Penmas membenarkan tujuh siswa dari Sekolah Inspektorat Polisi (SIP) yang telah dilatih sebagai calon personel di kantor sekolah pelatihan Setukpa Lemdikpol Sukabumi di Provinsi Jawa Barat. Coronavirus ditemukan setelah tes cepat.

“Memang, kami sedang melakukan tes cepat (rapid test) terkait dengan coronavirus di antara anggota Setukpa di Sokabumi. Kami menemukan 7 siswa positif. Sekarang kami dikarantina dan di Rumah Sakit Polisi Karamat timur Jati sedang dirawat untuk berita tentang Jakarta, “kata Argo kepada Kepolisian Investigasi Kriminal, Selasa (3/3/2020).

Argo menambahkan bahwa puluhan siswa kembali ke Bordas masing-masing, tetapi harus diisolasi selama 14 hari.

– Penyebaran informasi, mengacu pada pengujian cepat 49 siswa SIP. Ada 9 pasien di bawah pengawasan (PDP).

Baca: Waspadalah terhadap penyebaran COVID-19, Pemerintah Kota Solo sedang mempersiapkan 3 lokasi karantina untuk penumpang – 7 di antaranya adalah karantina positif dan 21 siswa lainnya sedang bertugas (OPD). 12 siswa yang tersisa negatif.

Kepala Brigadir Jenderal Sukabumi Agus Suryatno Setukpa Lemdikpol Sukabumi menegaskan bahwa ketujuh siswanya adalah koroner positif.

Baca: Sejarah pembubaran resepsi pernikahan pada bulan Januari, tenda dibongkar, dan makanan dibagikan kepada penduduk

Namun, untuk memastikan bahwa 7 siswa memang terinfeksi, ia mengatakan bahwa laboratorium harus melakukan tes “lotere” .

Agus terus melakukan tes cepat pada siswa, dan hasilnya akan diketahui dengan cepat, dalam waktu 15 menit. — Sekarang dia mengaku tidak mengetahui status kesehatan terakhir dari tujuh siswa yang dikarantina di Jakarta. .