Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Setelah menyesuaikan target APK DKI Jakarta 2020 dari Rp87,95 triliun menjadi Rp47,18 triliun atau turun dari 46,35%, anggaran subsidi untuk industri transportasi juga telah berkurang.

Untuk tiga MRT bersubsidi, metode transportasi modal seperti kereta api ringan dan Transjakarta semuanya berkurang 50% dari anggaran awal.

Baca: pertanyaan Nadiem Corona: Sekalipun suara ilmuwan tidak terdengar, dunia melihat bahaya

Kemarin, pemerintah provinsi berdiskusi dengan DPRD tentang penyesuaian APBD DKI 2020 Seminar. Tribunnews.com menulis dalam dokumen yang diterima pada hari Rabu (5/6/2020): “Subsidi transportasi (light rail, MRT, Transjakarta) telah berkurang hingga 50%.”

Rincian anggaran subsidi TRM, yang Awalnya Rs 82,5 miliar, pengurangan 50% menjadi Rs 41,25 crore. Demikian pula, TLR meningkat dari 439,62 miliar rupiah menjadi 219,81 miliar rupiah.

Baca: Warga mengeluh bahwa perluasan tagihan listrik tidak memenuhi tujuan, PLN memberikan penjelasan

Selain industri transportasi, pemerintah provinsi DKI juga merasionalisasi 50% dari subsidi makanan, yaitu Rs 1,01 triliun dan Rs 568,86 miliar rupee. Bahkan subsidi untuk septic tank telah dihilangkan, berjumlah 10 miliar rupee, yang merupakan pengurangan 100%. -Akibatnya, total pengeluaran subsidi turun dari Rs 55,7 crore ke Rs 17 crore. Ini berarti dapat dikurangi lebih lanjut sesuai dengan kondisi ibukota.

“Ya, setelah rasionalisasi, itu masih kurang lebih angka optimis. Ini berarti bahwa masih harus Suhaimi mengatakan bahwa anggaran resmi untuk Agustus dan September telah berubah.