Jakarta TRIBUNNEWS.COM-KJRI Cape Town bekerja sama dengan semua pihak dan membantu 15 kru warga negara Indonesia (WNI) (ABK) untuk kembali ke Xinyi Maru Maru. Pada Maret dan 28, ABK WNI akan mengangkut Fukukumaru No. 51 kembali ke negara itu, Minggu (26 April 2020).

Kapal No. 51 Fukujiu telah mengandalkan pelabuhan Cape Town sejak 16 April 2020. Para kru memutuskan untuk berhenti dan memutuskan kontrak kerja.

Konsulat Jenderal Republik Indonesia menemani kru untuk menyelesaikan kontrak di Cape Town dan meminta kru untuk pulang. — Baca: Reformasi, Arab Saudi menghapuskan hukuman mati untuk anak di bawah umur

Konsulat Jenderal Indonesia di Cape Town berkoordinasi dengan broker kapal dan memutuskan untuk memiliki kapal Fukumaru 51 dan warga negara Indonesia Para kru melanjutkan perjalanan mereka ke Pelabuhan Ciwandan di Banten selama 20 hari.

Kapal tidak pernah melewati episentrum virus korona, jadi pejabat kesehatan setempat mengumumkan bahwa kru berisiko rendah terinfeksi oleh virus corona.

Setelah tiba di Indonesia, agen akan mengurus pengembalian ABK ke tempat asalnya masing-masing.

Baca: Wanita itu ditemukan tewas mengenakan pakaian di sebuah rumah kosong di Muaraenim.

Shinsei Maru 3 telah dihentikan, dan kebijakan blokade pemerintah Afrika Selatan membuatnya sulit untuk memperbaiki kapal. -Semua anggota awak yang terdiri dari 28 anggota awak Indonesia dan 5 warga negara Jepang diizinkan untuk kembali ke negara masing-masing. -Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Cape Town dan Konsulat Jepang di Gate mengoordinasikan dengan erat pemulangan awak Shinjomaru 3.

Kebijakan penguncian melarang penerbangan komersial untuk melayani rute internasional, sehingga pemulangan tersebut disetujui pada tahun 2020 Ini disewa oleh Ethiopian Airlines dari Narita, Jepang pada 24 April 2010.

Pesawat ABK akan terbang ke Jakarta pada bulan April. Pada 26 Juni 2020, dan tiba di 1: 1: 50 di pagi hari.