Laporan Tribunnews.com dari Seno Tri Sulistiyono, Jakarta-Tribunnews.com, Jakarta-Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia akan membahas undang-undang (RUU) virus corona Legislatif (Baleg) atau virus covid-19 dalam menciptakan lapangan kerja. Saat ini sedang populer. .

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Azis Syamsuddin mengatakan di Gedung Nusantara di pusat Jakarta selama kepemimpinan rapat pleno ketiga, Rabu (2019-2020 meeting) ( 4 Februari 2020) .

“Surat Presiden 7 Februari 2020 tentang Undang-Undang Ketenagakerjaan, yang diusulkan pada pertemuan konsultasi untuk menggantikan komite musyawarah, dan telah setuju untuk tunduk kepada legislatif,” Aceh Kata Si.

Baca: Kisah warga Depok membantu staf medis selama wabah korona-Selain membaca Supres dari Undang-Undang Ketenagakerjaan Cipta Karya, Azis juga mengatakan bahwa pemerintah telah menyerahkan informasi Supres tentang peraturan pemerintah. Penggantian hukum (Perppu) tentang kebijakan fiskal nasional dan keuangan stabil sistemik.

“Ini dilakukan oleh pemerintah. Di latar belakang manajemen 19-tingkat terpadu, intah mungkin menghadapi ancaman yang mengancam ekonomi nasional dan stabilitas nasional. Sistem sosial FINA negara itu,” kata Aziz.

Baca: Poli lebih selektif dalam menahan penjahat untuk mencegah penyebaran virus korona. “-Sebelumnya, Anggota DPR Benny K Harman dari Komite Ketiga melaporkan bahwa kepemimpinan DPR memungkinkan anggota dewan saat ini dan pemerintah untuk fokus pada manajemen virus korona .

” Tentang RUU tersebut Lebih baik untuk menunda rencana diskusi untuk pertama kalinya, karena itu tidak nyaman untuk membahas masalah ini dalam jangka menengah. 19, Pak, itu jelek sekarang. Dari tagihan. Jadi mari kita tunda dulu, “kata Benny.

Pan politisi ingin fokus pada corona