Reporter Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda, Jakarta TRIBUNNEWS.COM, Departemen Koordinasi Urusan Ekonomi mengatakan bahwa 116.750 perusahaan telah meminta sumbangan BPJS Emploi (Jamsostek). Airlangga Hartarto, Menteri Koordinasi Urusan Sosial, mengatakan perusahaan meminta bantuan karena korona atau pandemi Covid-19. “Pembayaran iuran Santai Jamsostek dapat mengurangi 90% dalam waktu tiga bulan. Dia bisa memperpanjangnya selama 3 bulan, “katanya pada panggilan konferensi di Jakarta, Kamis (30/4/2020).

Baca: Informasi dari Menteri Agama tentang larangan Mudik: Gunakan akal sehat- – Baca: Jika pandemi Covid-19 berakhir, Mayang ZP masih berharap untuk memperkuat Jakarta Persija

Baca: Inspektur Banten mempublikasikan pengaduan online COVID-19 Pasca-Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa alasan relaksasi adalah untuk memberikan kompensasi pekerja dan asuransi kematian untuk fasilitas masing-masing Rs 2,6 triliun dan Rs 1,3 triliun. -Next, Airlangga menambahkan bahwa ada 3 bulan ditangguhkan jaminan pensiun 3 bulan senilai sekitar Rs 874.440 crore. Dia menyimpulkan: “Jadi, karena rancangan peraturan pemerintah ini, Jamsostek dilunakkan oleh Rs 12,36 crore.”

Mengenai hal ini, selama hubungan kerja (PHK) tidak berakhir, banyak perusahaan yang meminta untuk menunda kontribusi kepada karyawan BPJS dapat disetujui.