Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Kementerian Agama berharap bahwa ketika virus korona atau pandemi-19 terjadi, masyarakat akan dapat menunda pelaksanaan kontrak pernikahan. -Salah satu poin utama dalam surat edaran kepada kepala Kantor Provinsi Departemen Agama dan Kepala Eksekutif bukan untuk memberitahukan pendaftaran baru. Kamaluddin Amin mengatakan: “Kami mengeluarkan surat edaran baru pada tanggal 2 April 2020. Kami tidak mengajukan kontrak pernikahan untuk pendaftaran baru selama masa darurat Covid-19. Kami meminta masyarakat untuk menunda implementasi. (3/4 ) .— Baca: Kasus Ridwan Kamil Duga Covid-19 Indonesia, alat uji minimum Corona – namun, Kamaruddin Amin memastikan bahwa pendaftaran layanan pendaftaran perkawinan masih terbuka .– Namun, mekanisme pendaftarannya tidak bertatap muka langsung di KUA, tetapi Itu dilakukan secara online melalui situs web simkah … kemenag.go.id.

Tapi, pelakunya kontrak tidak dalam masa darurat Covid-19, dan kontrak terus diperbarui.

Kamaruddin terus mengatakan bahwa hanya kontrak pernikahan yang dipenuhi Pekerjaan ini berlaku untuk pengantin yang terdaftar sebelum 1 April 2020.

Baca: Daftar kemungkinan dampak korupsi direvisi menjadi PP 99/2012 menurut catatan ICW

Layanan kontrak pernikahan hanya dilakukan di KUA. Layanan lain akan dihentikan.

“Karena popularitas Covid-19, aturan ini dirumuskan dalam keadaan darurat. Saya harap masyarakat bisa mengerti dan menyesuaikannya, “harap Kamaruddin.