Laporan dari tribunnews.com reporter Danang Triatmojo

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Ketua Asosiasi Manajemen Film Seluruh Indonesia (GPBSI) Djonny Syafruddin mengatakan bahwa dalam keadaan saat ini Covid Pop-19, ada banyak ketidakpastian. Dia percaya bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memutuskan untuk mencabut keputusan untuk membuka bioskop efektif 6 Juli 2020.

Selain itu, sutradara bioskop belum memulai acara awalnya yang dijadwalkan akan dibuka pada 29 Juli 2020. “Jika kami mengeluarkan izin, kami juga akan membatalkannya. Jika kami melakukannya, kami akan membahasnya lagi sebelum 29 April. Karena tidak ada kepastian di sini, tidak ada kepastian. Kami mengikuti Djonny Syafruddin pada Jumat (7/7) / 7/2020) dikatakan ketika dihubungi.

Baca: Pemerintah provinsi DKI membatalkan semua rencana untuk membuka tempat hiburan dalam ruangan (termasuk bioskop)

Menurutnya, langkah yang diambil oleh pemerintah provinsi adalah mencegah Covid-19. Suatu bentuk keputusan untuk berkhotbah. Oleh karena itu, itu harus dihargai.

“Apa yang harus dilakukan, tanpa kekecewaan, kami juga memahami bahwa pemerintah daerah harus mati untuk ini, dan kami harus berterima kasih. “

Cucu Ahmad Kurnia, kepala Biro Pariwisata dan Kementerian Ekonomi Kreatif di Jakarta, menjelaskan bahwa penundaan pandemi Covid-19 ke ibukota benar-benar menguntungkan.

Baca: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membatalkan pembukaan bioskop, ini adalah tanggapan asosiasi

“Karena situasi Covid-19 yang tidak stabil di Jakarta, ini telah meningkat lagi. Penundaan hingga Jakarta menguntungkan, “kata Kuku dalam konfirmasi, Kamis (16/10/2020).