TRIBUNNEWS.COM-Presiden Jokowi mengatakan bahwa pemerintah pusat tidak memiliki rencana blokade untuk mengekang penyebaran virus korona di Indonesia. Kunci harus diselesaikan dalam waktu dekat, sehingga biaya yang dikeluarkan akan cukup besar.

Menurut Tribunnews.com, ini adalah Agus di saluran YouTube program SAPA INDONESIA MALAM KompasTV pada hari Minggu (15/3/2020). -Sebelum Argus, M Taufik, wakil ketua fraksi DKD DPRD Gerindra di Jakarta, dan Brian Sriprahastuti, pakar utama KSP, menanggapi rencana penguncian. Pada saat yang sama, Brian mendukung keputusan pemerintah pusat untuk tidak memblokade.

Ketika diminta untuk memilih dua pendapat ini, Argus mengatakan sudah terlambat sekarang.

Argus mengatakan bahwa sejak Januari 2020 (hari ketika Indonesia tidak memiliki wabah korona), Kurdi telah jatuh.

Baca: Pasien terbaru Korona di Indonesia telah mencapai 134, dengan 17 kasus baru.

Baca: Kunci pengungkapan identitas Pasien 01: pasien akan menderita dua luka — “Metode ini sudah terlambat sekarang,” kata Argus. “Saya mengatakan itu pada sekitar Januari, karena kami masih (belum ada) saat itu,” tambahnya.