JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Ace Hasan Syadzily, Wakil Ketua Komite Kedelapan Dewan Perwakilan Rakyat, berbicara tentang banyak kritik terhadap program kartu in-service. Menurutnya, rencana itu sebenarnya relevan ketika masyarakat sibuk berurusan dengan virus korona atau pandemi Covid-19.

“Saya pikir mereka yang mengkritik Program Kartu Pekerja harus sepenuhnya memahami bagaimana itu diterapkan. Ketika kita menghadapi pandemi Covid-19, Kartu Pekerja sangat relevan,” Ace mengatakan kepada Tribunnews.com, Rabu (22/4) / 2020).

Baca: Kartu kerja tidak jelas, dan dana yang disediakan oleh PKS akan dialokasikan untuk pekerja yang terkena dampak Covid-19

Ace mengatakan bahwa kartu kerja tidak hanya merupakan solusi bagi orang-orang yang terkena dampak Covid-19, 19 tetapi juga Upaya nyata untuk memastikan bahwa warga negara yang tidak memiliki keterampilan dan kemampuan di dunia kerja dilatih dan didorong untuk memastikan bahwa sumber daya manusia mereka berkualitas.

Karena itu, katanya, pemerintah akan memberi mereka kapasitas dan peluang kerja di sana.

Mengenai metode online yang digunakan, Ace percaya ini konsisten dengan panggilan pemerintah untuk menangani Covid-19 melalui jarak fisik.

“Ketika Covid-19, mustahil untuk menambahkan prosedur yurisdiksi. Epidemi menggunakan metode konvensional, sebaliknya, mereka harus menggunakannya secara online,” kata politisi dari Golkar.

“Selain fakta bahwa pemegang kartu kerja akan mendapatkan pengetahuan atau keterampilan, ia juga akan menerima bantuan. Mampu memenuhi kebutuhan dasarnya saat berpartisipasi dalam program ini,” katanya. — Baca: Dimas Oky Nugroho meminta negara untuk memastikan pembelajaran berkualitas tinggi selama pandemi Covid-19 – laporan sebelumnya mendesak pemerintah untuk meninjau kembali pelaksanaan program izin kerja. Bagi Deddy Yevri Sitorus, anggota VI Komite DPR RI, kebijakan distribusi harus diubah menjadi bantuan langsung untuk mengurangi dampak ekonomi dari pandemi virus korona sehingga tidak lagi berkembang.