Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Komisaris Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Comnas HAM) Choirul Anam mendukung Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dalam merumuskan kebijakan untuk integrasi dan integrasi sekitar 30.000 tahanan dan anak-anak. — Menurutnya, dengan penyebaran penyakit coronavirus pada tahun 2019, upaya Comencomb menjadi sangat penting (Covid-19). -Selain itu, dia mengatakan bahwa kondisi di pusat-pusat penahanan Indonesia (pusat penahanan) dan fasilitas pemasyarakatan (penjara) berada dalam kondisi kelebihan kapasitas (terlalu banyak penduduk).

“Kami mendorong Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia untuk memperhatikan penjara dengan kelebihan kapasitas,” katanya, Kamis (4/9/2020).

Baca: Seruan Menaker bagi pengusaha untuk mem-PHK staf adalah langkah terakhir

ia menjelaskan bahwa upaya untuk memastikan asimilasi dan integrasi harus didasarkan pada faktor kesehatan. Dia berkata: “Mereka memiliki potensi besar untuk infeksi virus ini. Doktrin ini sehat untuk semua orang.”

informasi, Sebagai referensi, sejak Rabu (8/4/2020) 09:00 WIB, Kaimencomb telah membebaskan dan membebaskan 35.676 tahanan dan anak-anak melalui program asimilasi dan fusi. Covid-19 telah dirawat di seluruh dunia, dengan 331.000 pasien-departemen yang dipimpin oleh Yasonna H. Laoly telah mempromosikan rencana asimilasi dan integrasi untuk mengantisipasi virus corona (Covid-19) di penjara-penjara (Lapas) dan pusat-pusat penahanan negara. Penyebaran (Rutan).

— Tujuan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia adalah sekitar 30.000 hingga 35.000 tahanan. Anak-anak dapat bepergian dengan bebas karena program asimilasi dan integrasi. ——————————————————————————————————————————————————————————————————————. Mengencangkan.