TRIBUNNEWS.COM, Jakarta-Menurut laporan, wabah Virus Corona menginfeksi penduduk Wuhan, Cina pada akhir Desember 2019. Dua bulan kemudian, Indonesia melaporkan kasus positif pertama untuk Virus Corona atau Covid-19. .– -Dalam insiden di atas, bahkan jika masker dan desinfektan langka, persediaan peralatan medis telah menurun secara signifikan. – Namun, baru-baru ini, banyak warga mengklaim telah menemukan produk masker dengan harga normal di Afrika Selatan. Beberapa pasar kecil.

“Sudah ada banyak topeng pada hari Minggu, dan harganya lebih tinggi. Kemarin, hanya ada 9.000 eksemplar, 5 paket 50, dan 350.000 terjual,” tulis akun Twitter @ferdiriva dalam tweetnya pada hari Minggu. (04/26/2020).

Jadi, dalam pandemi virus korona yang berkelanjutan, apa yang membuat harga mengaburkan tingkat normal?

Baca: Kardinal Tribunnews memberikan bantuan 5.000 masker kepada polisi distrik Metro Jaya

Penjelasan INDEF

Enny Sri H Artati, direktur Institut Pengembangan Ekonomi dan Keuangan mengungkapkan bahwa biasanya topeng Dan harga pembersih tangan adalah bentuk penawaran dan permintaan yang seimbang.

“Jika harga dasarnya hanya harga lokal, jika permintaan dan penawaran relatif seimbang, harga akan kembali normal,” kata Enny saat menghubungi Kompas.com, Selasa (28/4/2020). Dia mengungkapkan bahwa harga awal topeng telah meningkat tajam karena pemerintah Indonesia telah mengekspor masker ke Cina, yang pada saat itu jumlah kasus infeksi coronavirus di Cina telah meningkat secara dramatis.