Reporter Tribunnews.com Danang Triatmojo

Jakarta-DKI laporan berita Direktur Biro Kesehatan Jakarta Widyastuti mengatakan bahwa pada hari Rabu (8/07/2020) 344 kasus positif datang dari tiga sumber. -Kasus tersebut meliputi 51 warga negara Indonesia (WNI) yang baru saja kembali dari luar negeri dan menetap di berbagai provinsi, dan mereka harus melintasi perbatasan untuk menemukan diri mereka terisolasi di Jakarta.

Baca: KSAD Monitor membeli siaran pers Covid-19 dari laboratorium PCR dan menjalin hubungan kerja sama dengan Rumah Sakit Airlangga.

“Penjelasan untuk kasus baru ini adalah sosok warga negara Indonesia terlebih dahulu. Orang yang kembali dari luar negeri tetapi sedang melintasi perbatasan untuk mengisolasi diri mereka sendiri,” Vidia Studi mengatakan pada konferensi pers di saluran YouTube YouTube pemerintah provinsi Mengatakan. , Rabu (8/7/2020) .Selain itu, dalam sebulan terakhir, telah ada laporan kasus kumulatif, yang menurutnya, hanya satu laboratorium melaporkan 36 orang. B. Jumlah pasien yang ditemukan melalui pelacakan kontak dan kasus aktif adalah 257.

Jika kami melihatnya dari data harian yang dilampirkan pada grafik di situs web corona.jakarta.go.id, kasus lain yang diperoleh dari pelacakan kontak dan pencarian kasus aktif adalah 257 orang. Ini adalah level tertinggi sejak pandemi korona melanda ibukota. Dia mengatakan: “Dalam sebulan terakhir, beberapa laporan kasus telah diakumulasikan dan belum dilaporkan sampai hari ini.” Kami tahu sebelumnya bahwa DKI Jakarta menambahkan kasus positif ke korona hari ini (8/7), tinggi.

menambahkan 344 kasus Kasus positif.

Termasuk ini, jumlah kumulatif kasus positif di Jakarta adalah 13.069. Baca teks lengkap: Rabu, 8 Juli, Jakarta Covid-19 positif, sebuah rekor, tembus cahaya, peringkat 344.

Masih ada 417 pasien yang menerima perawatan di rumah sakit, dan 3561 orang dalam keluarga diisolasi secara independen.Jumlah orang yang harus diikuti (ODP) adalah 481, dan jumlah pasien di bawah pengawasan (PDP) adalah 761.