Reporter Tribunnews.com Igman Ibrahim

Jakarta Tribunnews.com-Samapta Polda Kepala polisi Metro Jaya Mokhamad Ngajib mengatakan ia mengirim 22 orang yang bertugas untuk mengawal mayat Covid-19 ke pemakaman umum. (TPU).

Dia kemudian mengatakan bahwa partainya akan mengerahkan 11 mobil patroli untuk memastikan penolakan lalu lintas dan penduduk untuk menguburkan mayat.

“L” menemani tim untuk menyiapkan 11 kendaraan patroli untuk ambulans. TPU Covid-19. 1 mobil dua tempat duduk, “kata Ngajib kepada tim media pada Kamis (4 April 2020).

Baca: Dewi Perssik ingat kebaikan Glenn Fredly di balik buku kisah cinta yang mereka nyanyikan …- Baca : Ridwan Kamil menyebut PSBB pilihan terakhir dan tetap persuasif, tetapi mempromosikan Corona ke publik-60 staf di dua UPT yang disebut pemakaman Covid-19 Diperingatkan untuk melindungi tim pemakaman. Menurutnya, tim akan dibagi menjadi dua tim, termasuk 30 anggota staf yang menjaga pemakaman umum Tegal Alur (TPU) di sebelah barat Jakarta, dan 30 lainnya di Jakarta. Timur menjaga staf TPU Pondok Rangon .: Sejarah Sepak Bola-Mourinho di belakang musim 2008/2009 yang hebat di Inter Milan — “Total TPU Tegal Alur di barat Jakarta dan TPU Pondok Rangon di timur Dari staf, ada 60 orang dibagi 2 dari 30, katanya.

Di antara 30 orang yang dijaga oleh setiap TPU, 4 orang akan memberikan bantuan untuk pemakaman dan apakah petugas makam membutuhkannya. Sisanya akan menghapus keluarga para korban yang berusaha menolak menghadiri pemakaman.

“4 orang disiapkan dan menggunakan APD untuk membantu pemakaman ketika diperlukan. 26 personil keamanan memanggil dan memimpin komunitas atau komunitas di luar. Keluarga mayat yang menyebabkan pemakaman,” pungkasnya.

Untuk referensi, selain tim, polisi juga mengirim hingga 100 orang yang bertanggung jawab untuk menyaring mayat Covid-19 yang meninggal di rumah mereka.