Menurut reporter Tribunnews.com Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, Kementerian Luar Negeri Jakarta-Indonesia (Kementerian Luar Negeri) telah meminta warga negara Indonesia (WNI) untuk menunda perjalanan mereka ke Turki. — Alasan Turki untuk menerapkan kebijakan penguncian di 31 kota dan 50 desa (Coy) dalam 15 hari ke depan mulai Jumat (3/4/2020) waktu setempat. Sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Indonesia pada hari Minggu (5/4/2020) mengatakan: “Hanya kendaraan yang memenuhi kebutuhan logistik dan medis yang dapat masuk atau meninggalkan kota atau desa dalam 15 hari ke depan.” Aplikasi Perjalanan Aman .

Baca: Kasus Mahkota Singapura meningkat, dan 1.189 orang mengambil sikap positif terhadap Covid-19 – kebijakan tersebut diterapkan untuk mengatasi penyebaran Covid-19, yang diumumkan secara langsung oleh Presiden Turki pada Recep Tayyip Erdogan, Jumat (3/4/2020) .- — Pemerintah Turki juga telah menerapkan larangan meninggalkan rumah, yang semula diperuntukkan bagi penduduk berusia 65 tahun ke atas, dan sekarang telah memperluas ruang lingkup aplikasi untuk penduduk berusia 20 tahun ke bawah.

Kebijakan ini didasarkan pada analisis statistik pasien di Turki dan beberapa negara / wilayah lain.

Baca: Jakarta Light Rail Transit akan mensosialisasikan kebijakan wajib menggunakan masker untuk calon penumpang mulai besok

Pemerintah Indonesia, melalui perwakilannya di Turki, menyerukan kepada warga negara Indonesia untuk meningkatkan kesadaran dan mengambil langkah-langkah untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Perwakilan Republik Indonesia juga akan memberikan nomor telepon bantuan di Turki untuk menghubungi warga negara Indonesia dalam keadaan darurat, termasuk:

Kedutaan Besar Indonesia di Ankara: +90 532 135 2298 atau +90 533 812 0760; Indonesia di Istanbul Konsulat Jenderal: +90 534 453 5611 .

Pernyataan itu mengatakan: “Anda juga dapat menggunakan tombol darurat di aplikasi perjalanan aman Kementerian Luar Negeri untuk menghubungi perwakilan Rotary.”