TRIBUNNEWS.COM-Arist Merdeka Sirait, ketua Komisi Perlindungan Anak Nasional, meminta kelompok kerja pemerintah utama untuk mendukung Covid-19 Handling untuk membuka data tentang Covid-19 korban di antara anak-anak.

Dia percaya bahwa data ini sangat penting untuk menentukan arah kebijakan pemerintah untuk mengatasi penyebaran Covid-19, yang bertujuan untuk mencapai pembangunan berkelanjutan dan peka terhadap hak-hak anak.

“Kurangnya data yang kuat membuktikan pengabaian hak asasi anak-anak, termasuk hak anak-anak atas makanan dan kesehatan dalam bencana nasional,” kata Arist. Dalam pernyataan tertulis yang diterima Tribunnews, Sabtu (18/4/2020).

Karenanya, Arist mengharapkan Covid-19 Accelerated Management Working Group untuk mengungkapkan data ketika melaporkan evolusi penyebaran epidemi korona.

Baca: Memperbarui data korona Indonesia, 17 April 2020, PDP No. 12.610, ODP 173.732, total positif 5.923

Terutama menyediakan Corona tipe-t anak-anak yang dihilangkan atau dibunuh atau pulih berdasarkan usia Data diagnosis virus.

Arist juga mengklaim telah meminta dan ditugaskan ke semua lembaga perlindungan anak (APL) di kepulauan untuk mulai mengumpulkan data di setiap bidang layanannya. Data yang akurat dan dikonfirmasi tentang jumlah anak yang terpapar epidemi Covid-19, kematian dan pemulihan. “Manado.”

“Mari kita selamatkan anak-anak Indonesia dari epidemi Covid-19. Anak-anak Indonesia kuat dan mandiri,” kata Arist.

Baca: Ini adalah cara yang diinginkan anak-anak dan tidak bosan belajar di rumah ketika COVID-19 menyebar – Akankah PSBB mengancam hak-hak anak?