TRIBUNNEWS.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jawa Tengah) tidak memiliki rencana untuk mengusulkan status pembatasan sosial skala besar (PSBB) untuk memutus rantai komunikasi Covid-19.

Ganjar Pranowo, gubernur pusat Jawa, meminta persiapan yang matang sebelum membuat keputusan.

Dia mengatakan bahwa dalam hal ini, kehati-hatian harus dikedepankan.

Dalam rencana untuk Senin malam di kedua arah, pernyataan Ganjar ini dikeluarkan pada Senin malam (6/4/2020). Dikutip oleh YouTube Kompas TV, Selasa (4/7/2020). Untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Jawa Tengah, Ganjar sebelumnya menyebutkan bahwa pemerintah provinsi Jawa Tengah meminta warganya untuk memiliki konten yang sama dengan PSBB.

“Jika PSBB adalah produk akhir, akan ada perilaku belajar, bekerja, beribadah di rumah, dan terus membatasi moda transportasi tertentu.”

“Ya, sebelum peraturan Menteri Kesehatan dirilis, semua konten Semua telah dihapus, sehingga situasi sosiologis benar-benar terjadi, “jelas Ganjar. Gangar mengatakan bahwa sesuai dengan peraturan Konvensi Menentang Korupsi, pemerintah daerah harus dapat mempersiapkan segala sesuatunya dengan serius, karena ini terkait dengan kehidupan seluruh masyarakat.

“Anda harus siap sebelum melanjutkan dan harus berhati-hati”.