Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyetujui kegiatan kantor di ibukota pada Senin (6/8/2020).

Sebelumnya, sejak diberlakukannya pembatasan sosial skala sosial (PSBB), hanya perusahaan yang terkait dengan 11 industri yang diizinkan menjalankan bisnis. Itu telah ditempatkan dalam tiga bulan terakhir dan sekarang diizinkan untuk kembali ke kantor selama transisi ke PSBB.

Baca: Survei: 50,6% responden memilih PSBB untuk terus mengatasi kesenjangan dalam Covid-19 — Gubernur Jakarta Anies Baswedan mengatakan bahwa sebagian besar karyawan bekerja di kantor Ini hanya dapat mencapai 50% dari total jumlah karyawan, sementara karyawan lain terus bekerja dari rumah.

Peraturan lain, setiap perusahaan harus membagi jam kerja karyawan yang bekerja di kantor.

Dia memberi contoh, waktu kerja kelompok pertama bisa dimulai pukul 07.00 WIB, dan waktu kerja kelompok kedua bisa mulai pukul 09.00 WIB.

Baca: TNI-Polri siap mendukung implementasi fenomena normal di masyarakat

Tujuan alokasi waktu kerja ini adalah untuk menghindari antrian panjang yang menyebabkan keramaian di tempat kerja (terutama di gedung-gedung tinggi).

Karenanya, personel lalu lintas di kantor masih terkendali untuk mencegah kecelakaan lalu lintas. Risiko penularan Covid -19.

Dikutip dari berbagai sumber sebagai ujung hidup sehat bagi pekerja di luar rumah:

Rekomendasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM):