TRIBUNNEWS.COM – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengumumkan bahwa semua kota dan wilayah di Jawa Barat akan menerapkan pembatasan sosial skala besar (PSBB) pada hari Rabu (6/5/2020). Tujuh belas kota dan wilayah di Bandung dan Jawa Barat juga memiliki status PSBB.

Menurutnya, keputusan itu dibuat karena kurva distribusi Covid-19 di Jawa Barat menjadi curam setelah PSBB tersedia. -Penerapan PSBB didasarkan pada Keputusan Gubernur No. 443 / Kep.259-Hukham / 2020, yang melibatkan implementasi PSBB (Covid-19) di Provinsi Jawa Barat dalam koreksi penyakit virus korona pada tahun 2019. Periode PSBB dimulai pada Rabu (6/5/2020) dan akan terus diperpanjang karena pasien baru terpajan Covid-19 di Jawa Barat. –Ridwan Kamil juga menandatangani pedoman undang-undang gubernur 2020 untuk PSBB No. 36 sebagai bagian dari penanggulangan Covid-19 yang dipercepat di wilayah Jawa Barat .— Gubernur juga menulis surat tentang 460/71 / Hukham Surat digital yang mencakup pedoman teknis untuk penerapan CBSS dalam olahraga di Provinsi Jawa Barat

Baca: Per 5 Mei 2020, data terbaru dari pasien dengan korona positif adalah 12.071 orang, 872 kematian, rehabilitasi 2.197 orang-Kepgub, Pergub dan gubernur menandatangani hari pertama PSBB di SE Jawa Barat pada Senin (4/5) atau dua hari sebelumnya.

Pada saat yang sama, Daud Ahmad, juru bicara Kelompok Kerja Pengolahan Dipercepat Jawa Barat Covid-19, menjelaskan bahwa Jawa Barat siap untuk PSBB. — “Ya Tuhan, Jawa Barat siap menerapkan PSBB,” kata juru bicara Daud Ahmad, Organisasi Koordinasi Barat ke-19, Senin (4/5).