TRIBUNNEWS.COM-Jakarta Islamic Office Guidance Office memastikan bahwa selama epidemi Virus Corona, layanan Kantor Urusan Agama (KUA) terus beroperasi.

Namun, pada Jumat (20/3/2020), ketika Tribunnews.com datang ke KUA Kemayoran di Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat, dan Jalan F, Utan Panjang, berbagai hal ditemukan.

Memang benar ada beberapa karyawan di kantor, tetapi mereka mengklaim bahwa mereka tidak dapat memberikan layanan kepada masyarakat.

“Piket ada di sana, tetapi untuk melayani, Anda tidak bisa, Anda tidak bisa,” kata seorang karyawan pria yang menolak untuk ditunjuk di tempat kejadian pada Jumat (20/3/3) pada tahun 2020.

Baca: Imam Masjid Isticar mengharuskan umat Islam untuk menjaga jarak 2 meter dalam sholat jamaah.

Orang itu mengumumkan bahwa sejak 17 Maret 2020, Kuma Kimayoran belum melayani publik. Ini akan berlanjut hingga 31 Maret 2020.

“(Bukan untuk umum) Dari 17 Maret hingga 31 Maret kemarin. Kami sedang menunggu keputusan pemerintah. Semoga itu akan selesai pada 1 April.” Katanya.

Namun, dia menekankan bahwa dia hanya menerima layanan pendaftaran pernikahan dari 17 Maret.

Baca: Bima Arya Positive Corona, Wakil Walikota Pemerintah Kota Bogor Pertanyaan: Jangan khawatir – Pengantin sudah mendaftar sebelum memberikan hadiah.

“Untuk kalender pernikahan, jika konsisten dengan kalender (mendaftar sebelum 17 Maret), tidak ada masalah. Itu tidak mungkin untuk kalender baru saja,” katanya.

Menurut laporan, jumlah orang yang terinfeksi Coronavirus di Indonesia terus meningkat dari waktu ke waktu. Pemerintah Indonesia juga telah mengadopsi kebijakan yang mengharuskan orang untuk belajar dan bekerja di rumah.

Jadi, bagaimana dengan layanan pendaftaran perkawinan dari Kantor Urusan Agama (KUA)?

Kamaruddin Amin, Direktur Jenderal Arah Pengembangan Komunitas Islam, memastikan bahwa selama epidemi virus korona, layanan KUA kepada masyarakat akan terus berlanjut.

“Layanan publik terus beroperasi, tetapi ada beberapa. Misalnya, karyawan yang bekerja secara bergilir. Yang penting, kantor tidak ditutup.” Kata Kamaruddin, dia menghubungi Tribunnews.com. , Jumat (20 Maret 2020). .

Saat membuka layanan, Kamaruddin menekankan bahwa setiap KUA harus menerapkan perjanjian kesehatan yang ketat. Dia berkata: “Karena itu, kita harus selalu mengikuti peraturan higienis yang ketat, seperti menyiapkan pembersih tangan, mencuci tangan, dll.”