Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta pesantren menjadi yang paling aman dalam menerapkan prosedur higienis untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Maruf memahami keprihatinan semua pihak tentang lembaga pendidikan terbuka atau rencana sekolah dan menimbang 19 tahun masa depan-Covid. Menurutnya, semuanya mungkin jika dikelola dengan baik.

“Jika sekolah datang dan pergi, jika Anda masuk, Anda harus berada di jalan, di rumah, jika Anda pergi ke petani, itu diatur dari awal, orang-orang yang masuk aman, tidak ada Covid -19, jadi mereka juga dikarantina dan dia juga tidak pergi. Saya menerima pesan suara pada Selasa (6/8/2020).

Baca: Jika Anda ingin kembali ke Mondok, silakan kunjungi Santri Ponpes di Kediri Diperlukan satu minggu isolasi diri – Ma’ruf mengatakan bahwa siswa dan kerabat terinfeksi infertilitas selama kunjungan penerimaan dan mungkin terinfeksi Covid-1 9 .- “Pejalan kaki sebenarnya lebih aman, Tetapi mereka harus siap. Jangan datang tanpa inspeksi, para tamu ada di sini. Dia harus terus mempertahankan keadaan ini. Dia menyimpulkan: “Anda hanya perlu melakukan inspeksi rutin sehingga tidak ada yang terpengaruh. Bahkan, saya pikir ini lebih terkontrol daripada sekolah.”

Sebelumnya, Menteri Agama Fahrul Razi (Fachrul Razi) mengatakan bahwa pihaknya tidak ingin mengabaikan untuk melanjutkan kegiatan dengan petani segera. Jika aktivitas petani dimulai kembali.

“Kami masih memiliki 28.000 petani, tetapi kami sepakat untuk tidak lalai. Jika ditentukan bahwa anak yang sehat sakit, itu adalah ruam,” kata Fachrul dari Kementerian Agama di Jakarta, Kamis (28/5/2020) .

Meski begitu, Fachrul memberikan kesempatan bagi mereka yang ingin membuka kembali petani. Namun, Kementerian Agama akan mengawasi persiapan petani dan situasi di daerah yang terkait dengan pandemi korona.

Jika dinyatakan bahwa petani tidak akan membuka kembali kegiatan, Departemen Agama tidak akan mengizinkan mereka.

“Jika seseorang menyarankan seorang petani yang dapat dibuka kembali, kami akan disambut. Silakan kirim ke Departemen Agama Fahruhr dan katakan:” Kementerian Agama akan mengirim tim untuk memastikan bahwa itu benar-benar siap untuk dibuka kembali. “-Fahruhr menambahkan:” Jika kita siap untuk mendukungnya, jika tidak, maka itu belum. “