Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Menteri Dalam Negeri (Menteri Dalam Negeri) Tito Karnavian berpidato untuk memperingati kelahiran Pancasila dalam pandemi virus Coron-19 (Covid-19). Saling membantu.

Dia juga memberikan informasi khusus kepada petugas penegak hukum. Laporkan ke Kementerian Dalam Negeri, yaitu Kesbangpol dan Satpol PP, sehingga mereka tidak akan berperilaku berlebihan atau bertindak berlebihan saat menjalankan fungsinya.

Mengingat situasi pandemi ini, banyak orang mengalami kesulitan keuangan dan mudah tersulut melalui emosi mereka.

“Kesbangpol dan teman-teman Satpol PP, silakan mengambil tindakan tegas sambil mempertahankan hidup, tapi jangan bereaksi berlebihan dan membesar-besarkan,” kata Tito kepada saya di webinar, memperingati Pancasila, Senin (1/6) / 2020)

Menurutnya, perilaku berlebihan dapat menyebabkan masalah besar. Menteri Dalam Negeri meminta para petugas untuk menjaga George Floyd.

Kesalahan yang dilakukan oleh petugas tidak bermoral di Minneapolis akan menyebabkan protes dan kerusuhan di seluruh Amerika Serikat.

“Misalnya, selama periode kontrol pasar, maka itu bukan truk hancur. Dalam situasi saat ini, banyak orang lapar. Ada istilah, orang lapar, orang akan marah, dan mudah meledak,” kata.

Menurut Tito, insiden kepolisian Minneapolis terhadap penduduk kulit hitam adalah puncak atau pemicu serangkaian insiden yang menyerang Amerika Serikat, karena banyak penduduk yang berjuang selama pandemi Covid-19 berada di perjuangan.

Baca: Presiden AS Washington Tense bersembunyi di bunker Gedung Putih- “Di Amerika Serikat, saya yakin ini bukan hanya diskriminasi biasa, tetapi juga sudah marah karena Tivid mengatakan bahwa Covid 19 sulit, Lapar dan dipecat.

– Baca: Setelah pemberontakan Amerika, Donald Trump menganggap para pemrotes ini sebagai teroris

dia meminta pejabat Kesbangpol dan Satpol PP untuk tetap tegas dan profesional, tetapi juga mempertimbangkan Status komunitas.

“Jadi, tolong teman-teman Satpol PP dan Kesbangpol saling mengingat, menghormati aturan untuk tetap ketat dan profesional, dan tidak menjadi lebih lemah daripada menerapkan aturan dalam proses berpikir untuk kepentingan masyarakat, tetapi jangan menyalahgunakan aturan” Dia menyimpulkan: “Ini akan membuat publik merasa marah. “