Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Presiden Asosiasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ph.D. Daeng Faqih mengeluarkan surat edaran sehingga dokter tanpa alat pelindung diri (APD) tidak dapat melayani pasien.

“Ya, ada selebaran,” kata Daeng kepada Tribunnews.com, Jumat (27/3/2020).

Rincian surat ini fokus pada pengelolaan semua dokter saat ini. Pandemi virus korona (COVID-19).

Dalam hal ini, APD sangat penting, karena setiap pasien dapat terinfeksi COVID-19.

Baca: Ramalan Zodiak Sabtu, 28 Maret 2020: Kalajengking menolak pikiran negatif, Taurus merasa tidak nyaman

Baca: Permainan AFF U-16 ditunda, rencana pelatihan tim nasional Indonesia telah direvisi — -Baca: Daftar harga iPhone terbaru pada akhir Maret 2020: iPhone 11 Pro dimulai pada 20 juta rupee, setara dengan 28 juta rupee- “Dalam situasi epidemi saat ini, setiap pasien yang kita lihat mungkin Satu orang. Surveilans (ODP) atau pasien yang dipantau (PDP) atau pasien COVID-19, “kata Daeng.

Kemudian, pentingnya PPE juga telah meningkatkan perhatian petugas kesehatan yang telah tertular atau bahkan meninggal saat melayani pasien. Orang yang terinfeksi COVID-19.

“Staf medis yang telah terinfeksi COVID-19 bahkan telah meninggal, dan bahkan akan meningkat. Setiap staf medis berisiko terinfeksi COVID-19,” kata Daeng. Poin-poin penting, IDI mengharuskan pemerintah untuk memastikan ketersediaan APD sehingga semua dokter dapat mengambil sikap semua .

-19 Perawatan pasien untuk melindungi dan menjaga keselamatan teman sebaya.