Jakarta, TRIBUNNEWS.COM – Lembaga Kementerian Hindu di I Made Sutresna menyatakan bahwa dalam kasus apa pun, termasuk ketika pandemi terjadi, ulama harus dibuat cerdas dan bijaksana. Orang-orang. de corona (Covid-19).

“Orang bijak bisa beradaptasi dengan seluruh lingkungan. Dalam konteks pendulum Covid-19, kita diharuskan beribadah bersama ketika kita menjalankan agama. Namun, kita tampil di rumah kita,” Sutresna, Jumat (2020) (Jumat, 10 April, 2014) Beritahu BNPB di Jakarta Timur.

Selama erupsi korona, Sutresna menyebutkan bahwa agama dapat menggunakan metode ibadah lainnya. Media sosial menantikan ibadah bersama. Prinsip kembali kepada kita harus disesuaikan. Di jejaring sosial ini, kami berdoa bersama, kami berdoa, kami saling mendorong, dan dalam menghadapi masalah ini, kami menjadi lebih bersatu, lebih kuat, dan lebih bersatu, “lanjutnya.

Baca: Ini adalah PBNU Seruan Ketua untuk beribadah selama Ramadhan (dari Tarawi ke Tatarus) -dia juga meminta masyarakat untuk tidak mempertanyakan dua cara berbeda untuk mencegah virus korona, yaitu kesehatan dan kepercayaan agama. Dia menyimpulkan: ” Posisi yang paling masuk akal adalah mengetahui bagaimana kedua pendekatan ini saling mendukung, melengkapi, dan memperkuat satu sama lain dalam kerangka pengujian yang sangat sulit ini. “